IKLAN

Yesus Kristus Mampu Meredakan Badai Pergumulan


Gbl. Tedius Batasina, STh

Gbl. Tedius Batasina, STh

BITUNG-Sidang Tahunan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (ST KGPM) di Kasawari, adalah momentum spesial pasca Sidang Raya ke-33 di Wale Pinaesaan e’Wakan pada tahun 2015. Dimana dalam kebersamaan suatu arak-arakan Oikumenis, KGPM diperhadapkan dengan realitas yang menuntut komitmen Iman ditengah derasnya arus tantangan global.

“Ditengah setitik nadir pergumulan dan keprihatinan, ada Yesus yang mampu meredakan badai pergumulan dan tantangan, Yesus mampu mengangkat kita dari samudera raya,” ungkap Gbl. Tedius K. Batasina, STh, Ketua Majelis Gembala PP KGPM, dalam khotbahnya yang mengambil bacaan Markus 4:35-41, saat pembukaan ST KGPM, Selasa (26/1).

Ia menjelaskan, KGPM harus terus melangkah ditengah titik nadir kehidupan sambil mengedepankan Iman percaya kepada Yesus Kristus. KGPM harus terus mendendangkan nyanyian syukur disetiap aktifitas untuk menghadirkan damai sejahtera, lewat karya hidup yang menjadi berkat bagi sesama.

“KGPM adalah lembaga pembinaan Spiritual, harus mampu mengaktualisasikan komitmen Iman ditengah Pluralitas, jangan sampai terjebak dalam kepentingan politik,” katanya.

 

Dari kiri ke kanan: Boy Tumiwa, Gbl. Fetricia Aling, MTh, Max J. Lomban, Steven Liow dan Sifri Mandak

Dari kiri ke kanan: Boy Tumiwa, Gbl. Fetricia Aling, MTh, Max J. Lomban, Steven Liow, Mochtar Parapaga dan Sifri Mandak

Hadir dalam pembukaan ST KGPM di sidang Bukit Sion Kasawari Kota Bitung, oleh Wakil Walikota Bitung Max J. Lomban, Staf ahli Gubernur Sulut Steven Liow, Ketua Umum PP KGPM Gbl. Fetricia Aling, MTh, Sekretaris Umum Gbl. Frangky Londa, STh, MA, PP dan Majelis Gembala KGPM, Luther Lolarameng dan Frangky Julianto Anggota DPRD Kota Bitung, Ketua IKSSAT Kota Bitung Mochtar Parapaga, Camat Aertembaga Sifri Mandak, Lurah Kasawari, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat Kota Bitung serta kurang lebih 1000-an undangan y memadati lokasi pelaksanaan ST.

Sampai berita ini diturunkan peserta yang terdaftar kurang lebih 400 orang. (jones)