IKLAN

Yang Tersisa dari Munas APEKSI Jambi, Disparbud ‘Tampar’ Pariwisata Manado


Penampilan pawai budaya Kota Manado dalam Munas APEKSI V di Jambi

Penampilan pawai budaya Kota Manado dalam Munas APEKSI V di Jambi

MANADO – Di tengah GS Vicky Lumentut (GSVL) tampil dengan branding seorang Wali Kota Manado yang sukses 4 tahun mengendalikan 98 Wali Kota se Indonesia dibawah bendera Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) periode 2012-2016 sebagai ketua umum.

Justru sisi lain,  di akhir masa kepemimpinannya sebagai ketua dalam Munas APEKSI V di Jambi yang digelar sejak 27-29 Juli baru-baru ini, Manado konon menjadi bahan perguncingan.

Itu terjadi saat sesi Pawai Budaya dalam rangka pembukaan Indonesia City Expo di Gedung Olah Raga (GOR) Kota Baru Jambi.

Berbagai kota se Indonesia peserta Munas sangat antusias memamerkan beragam budaya khas daerah masing-masing, sebaliknya penampilan Kota Manado hanya biasa-biasa saja.

Beberapa peserta dari kota lain pun sempat terbayang ketika Rakernas APEKSI di Kota Ambon, setahun lalu. Pemeran budaya yang ditampilkan menjadi magnet peserta daerah lain ketika itu.

Rombongan penari Cakalele dan tarian Maengket para Nyong-Nona Manado yang diboyong Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado saat itu yang ujung-ujungnya untuk mempromosikan dunia Pariwisata mengundang greget tersendiri sampai-sampai tarian khas Minahasa itu diminta dua kali tampilkan.

“Kalo di Ambon lalu memang Manado tampil all out. Kalo yang sekarang (di Jambi) saya nda tau. Yang datang Cuma begini. Biasa-biasa saja,” kata salah satu PNS Pemkot Manado yang ikut ke Jambi.

Penampilan seni budaya pertotonkan Disparbud Manado saat di Jambi kontras dengan apa yang saat ini sedang getol-getol dipromosikan Pemkot Manado dibawa pemerintahan GSVL-MOR sebagai Wali Kota-Wawali Manado.

Di saat Pemkot terus bersinergi dengan Pemprov Sulut lagi booming memperkenalkan dunia Pariwisata Bumi Nyiur Melambai, justru belum mendapat dukungan full dari instansi terkait. (anre)

 

 

Manado Fiesta 2017