IKLAN

Wow… Narapidana Hebohkan Rutan Malendeng


Kepala Rumah Tahanan Kelas IIA Manado, Akhmad Z. Fikri., A.MD.,IP.,SH

Kepala Rumah Tahanan Kelas IIA Manado, Akhmad Z. Fikri., A.MD.,IP.,SH

MANADO – Dengan melibatkan 2500 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tersebar di 13 Lapas dan Rutan di daerah ini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulut turut berandil besar dalam memecahkan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam agenda heboh yang diprakarsai Ditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM dalam mengisi kegiatan peringatan Kemerdekaan HUT RI. Dua acara yang tercatat dalam MURI pagi kemarin adalah dengan menggelar pertandingan olahraga tradisional Terompa Panjang (Bakiak) dan secara massal menyanyikan lagu Hari Merdeka.

‘’Momen bersejarah yang tercatat dalam Rekor MURI itu melibatkan semua Lapas dan Rutan di Indonesia, termasuk 13 Rutan dan Lapas, Cabang Rutan dan satu Lembaga Pembinaan Khusus Anak yang ada di Sulut,’’ ujar Kakanwil Kemenkumham Sulut, Dr. H. SUDIRMAN D. HURY, kepada manadoline.com, Senin (15/08)

Didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkumham Sulut, Anthony Ayorbaba, Sudirman menambahkan, untuk Indonesia melibatkan 150 ribu WBP di 200 UPT yang ada. Dan secara nasional, yang dihadiri langsung oleh Menteri Hukum dan Ham, Yasonna Laoly, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Dirjen PAS, I Wayan Dusak dan Ketua Dewan MURI Jaya Suprana dipusatkan di Lapas Narkotika Cipinang, Jaktim.

’’Kami di Sulut ikut memecahkan rekor ini dengan berbagai keunikan. Bahkan di Lapas Lirung, bukan hanya melibatkan WBP, tapi aparat TNI dan pelajar SMP Negeri I Lirung juga berpartisipasi,’’ ujar Kakanwil yang intens memantau pemecahan rekor ini dari berbagai UPT di Sulut. Keduanya mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi positif kepada semua Kepala Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan di Sulut yang telah berpartisipasi aktif dengan suksesnya hajatan yang mencatat dua rekor sekaligus. ‘’Ini juga sebagai sumbangsih kami kepada semua WBP untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan positif,’’ ungkap mereka.

Kepala RuTan Kelas IIA Manado, AZ Fikri bersama jajarannya beserta WBP, mempersiapkan pemecahan rekor MURI. (foto: kela)

Kepala RuTan Kelas IIA Manado, AZ Fikri bersama jajarannya beserta WBP, mempersiapkan pemecahan rekor MURI. (foto: kela)

Di Rutan Manado di Malendeng sendiri berlangsung super heboh dengan melibatkan semua WBP yang berjumlah 430 itu. Dengan seragam biru muda dengan desain sablon tangan-tangan terampil Warga Binaan di Rutan Manado, lewat berbagai cetakan tulisan yang menggugah. Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Klas IIA Manado, Akhmad Zaenal Fikri bersama jajarannya menggunakan kaos putih dengan lengan merah sebagai bagian dalam nuansa Hari Kemerdekaan.

WBP Rutan Kelas IIA Manado, saat mengikuti lomba terompang panjang. (foto:kela)

WBP Rutan Kelas IIA Manado, saat mengikuti lomba terompang panjang. (foto:kela)

Dua layar lebar disiapkan di panggung untuk persiapan teleconference dengan Lapas Narkotika yang menjadi pusat pemecahan rekor tersebut. Seluruh kegiatan di Indonesia terpantau jelas, dimana lewat sentral di Cipinang. Melalui Lapas Narkotika cipinang inilah seluruh UPT Pemasyarakatan terhubung melalui telekonference guna pemecahan rekor dengan jumlah peserta terbanyak dan tempat yang terbanyak pula, yakni di lebih dari 600 lokasi secara serentak.

Usai menyanyikan lagu Hari Merdeka secara serentak, dilanjutkan dengan lomba olahraga tradisional, Terompah Panjang yang populer dengan bakeak. Sebanyak 40 tim dengan masing-masing lima peserta ambil bagian dalam lomba yang berlangsung seru dan kocak itu. Sedangkan untuk WBP Blok Wanita menyertakan tiga regu. Seluruh penghuni yang mengikuti hajatan tersebut, petugas rutan serta termasuk salah satu pejabat teras dari Kanwil Kemenkumham Sulut, Lenggono Budi merasa terhibur sekaligus bangga dapat menjadi bagian dari perhelatan tersebut. Walaupun merasa terkungkung di dalam penjara, namun kami masih diberikan kesempatan untuk berkarya ungkap salah satu WBP Antonius Lumi.

“Kami juga berharap kegiatan serupa dapat di laksanakan tentunya dengan program dan acara yang berbeda guna program pembinaan WBP yang lebih baik di masa-masa yang akan datang,” tambah WBP yang terjerat kasus Tipikor itu. (Kela)

 

Manado Fiesta 2017