IKLAN

Woouw… Bitung Import Tuna dari India dan Korea


Decky Sompotan

Decky Sompotan

BITUNG-Memasuki tahun kedua pasca Moratorium Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Bitung yang dikenal sebagai penghasil ikan Tuna terbesar di Indonesia, pada akhirnya harus import Tuna dari India dan Korea.

“Mascot Bitung sebagai Kota Cakalang sudah tidak sesuai dengan kondisi yang ada saat ini, dimana perusahaan perikanan di Kota Bitung terpaksa import ikan Tuna dari luar negeri,” ungkap Ketua Asosiasi Perusahaan Maritim dan Tangkap Perikanan (ASPITINDO) Provinsi Sulut Decky Sompotan, Sabtu (13/2).

Ia menjelaskan, kondisi perikanan Kota Bitung pasca Moratorium berdampak buruk bagi perekonomian rakyat. Perusahaan Perikanan banyak yang gulung tikar, imbasnya banyak pengangguran di Bitung yang dikenal sebagai Kota Industri Perikanan.

“Banyak tenaga kerja Ahli Neutika dan Tehnika Perikanan lulusan Akademi Perikanan Bitung terpaksa alih profesi demi menghidupi keluarga mereka, belum lagi tenaga kerja lainnya yang hanya memiliki ketrampilan dibidang perikanan, mau dikemanakan mereka..?,” kata Sompotan dengan nada tanya.

Ia menambahkan, harus ada langkah-langkah kongkrit untuk menyikapi serta mengambil kebijakan menyelamatkan dunia perikanan Kota Bitung.

“Jika kondisi ini dibiarkan berlarut, berdampak pada kehidupan sosial masyarakat maka dimana tingkat kriminalitas bertambah, karena sebagian besar masyarakat Kota Bitung bergantung pada sektor Industri Perikanan,” pungkasnya. (jones)