IKLAN

GENJOT PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA SERIUS PERBAIKI KEKURANGAN

Wisman Mengeluh, Pemprov Sulut Evaluasi


GENJOT PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA SERIUS PERBAIKI KEKURANGAN

Setelah resmi beroperasi penerbangan langsung Tiongkok ke Manado. Senin 4 Juli 2016, Sulut mulai dibanjiri Wisatawan Asing (Wisman). Pantauan Manadoline, hari pertama tersebur mereka langsung lakukan perjalanan wisata dibeberapa lokasi Manado, (foto:Kandi/ML) ::ILUSTRASI

Setelah resmi beroperasi penerbangan langsung dari Tiongkok ke Manado, Senin 4 Juli 2016. Sulut mulai dibanjiri Wisman. Pantauan Manadoline di hari pertama tersebut, mereka langsung lakukan perjalanan wisata dibeberapa lokasi Manado, (foto:Kandi/ML) //ILUSTRASI

MANADO-Hingga September 2016. Sebanyak 18.519 wisatawan mancanegara (Wisman) kunjungi Sulawesi Utara (Sulut). Tetapi menyisahkan kekesalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) terhadap Pemerintah Kabupaten/Kota masing-masing dengan fakta di lapangan beberapa keluhan para turis.

Hal ini terungkap saat evaluasi bersama antara Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw bersama Satgas pariwisata Sulut dan para kepala dinas pariwisata Kabupaten/Kota, Kamis (8/9).

Padahal, pantauan Manadoline selama selama beberapa bulan ini Pemprov dibawah pimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan wagub Steven Kandouw begitu gencarnya menarik wisatawan lakukan kunjungan pariwisata dengan kerja sama beberapa pihak penerbangan.

Keluhan-keluhan para Wisman tersebut diantaranya pelayanan kurang ramah dibebeapa restaurant di Manado, penanda lokasi wisata menggunakan bahasa mandari dan souvenir bertuliskan bahasa mandarin masih kurang.

Juga pantai Malalayang gelap di malam hari, minimnya hiburan malam, kemacetan, minim atraksi budaya, kurangnya lokasi foto yang menandakan kota Manado serta sopir taksi yang memasang tarif seenaknya.

Sama halnya juga dengan Tomohon, Bitung dan Minahasa Utara kekurangan penanda lokasi wilayah pariwisata, atraksi budaya dan brosur berbahasa mandarin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menggenjot pemerintah di Kabupaten/kota untuk lebih serius dan segera bergerak cepat memperbaiki semua kekurangan di lapangan dan memperbaiki akses, amnesti dan atraksi sehingga mencegah turis tidak bosan dan mau kembali berwisata ke Sulut serta dapat mensinkronkan kalender event dengan Pemprov.

“Semua keuntungan dari kunjungan wisman ini diperuntukan untuk kalian dimasing-masing daerah. Pemprov sudah berupaya se-maksimal mungkin dalam mendatangkan turis, hingga presiden RI Joko Widodo memberi apresiasi terhadap gebrakan Gubernur dengan menyatakan Sulut menjadi destinasi wisata asia pasifik unggulan,”jelas Kandouw.

(Srikandi/hm)