IKLAN

Prediksi BMKG, Curah Hujan Meningkat Akibat La Nina

Waspada! Banjir dan Longsor Intai Sulut Selang Juli Hingga September


Prediksi BMKG, Curah Hujan Meningkat Akibat La Nina

Foto Ist

Foto Ist

JAKARTA – Sulut salah satu daerah langganan bencana banjir dan tanah longsor setelah pengalaman memiriskan dialami warga Kota Manado, 15 Januari 2014 silam.

Ribuan warga di ibukota Provinsi Sulut ini harus kehilangan tempat tinggal, ratusan nyawa melayang akibat curah hujan hingga menimbulkan banjir bandang ketika itu.

Kondisi ini ditakutkan akan terulang kembali tahun 2016 ini. Menyusul prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagaimana telah dilaporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.

Selang Juli, Agustus, September diprediksi La Nina berpeluang muncul dengan intensitas lemah sampai sedang,

Munculnya La Nina ini akan muncul fenomena Dipole Mode Negatif, dimana kondisi suhu muka laut di bagian Barat Sumatera lebih hangat dari suhu muka laut di Pantai Timur Afrika sehingga menambah pasokan uap air yang menimbulkan bertambahnya curah hujan untuk wilayah Indonesia Bagian Barat.

Kondisi dipole mode yang diprediksi akan menguat pada buli Juli hingga September dapat memicu bertambahnya potensi curah hujan di atas normal pada periode musim kemarau (Juli, Agustus, September),” jelas Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, pecan kemarin.

Zona merah terjadi curah hujan tinggi ini, selain Sulut, juga meliputi Sumatera Utara Bagian Barat, Sumatera Barat bagian Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa bagian Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawsi Tenggara, dan Papua.

“Kondisi ini akan berdampak positif dan negatif. Banjir dan longsor berpotensi meningkat,” ujar Topo, sapaan akran pejabat yang dikenal akrab dengan kalangan media ini.

BNPB sendiri berharap adanya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemda terus dilakukan dengan intensif.

Sebab, saat ini kondisi cuaca masih dalam musim pancaroba. Kejadian curah hujan ekterem banyak terjadi di beberapa wilayah sehingga menimbulkan banjir, longsor dan puting beliung.

“Antisipasi menghadapi kemarau basah dan musim penghujan pengaruh La Nina perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat ancaman bencana yang meningkat pula. Sosialisasi juga perlu lebih digalakkan agar masyarakat memahami kondisi terkini terkait ancaman bencana yang akan dihadapi.” Pungkasnya. (antoreppy/*)