IKLAN

Warga Setuju Jamkesta Ditarik, Cegah Nepotisme Layanan Kesehatan UC


Pasien mengakui, program UC membantu meringankan biaya pengobatan

Pasien mengakui, program UC membantu meringankan biaya pengobatan

MANADO— Langkah Pemkot Manado melalui kebijakan Wali Kota GS Vicky Lumentut menarik Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) sebagai salah satu syarat melakukan pengobatan dengan program Universal Coverage (UC) bagi warga Kota Manado mendapat apresiasi.

Pasalnya, memasuki 3 tahun program pro rakyat berjalan dinilai banyak terjadi nepotisme. Menyusul hanya sejumlah warga yang memiliki kedekatan dengan oknum-oknum tertentu yang punya power di pemerintahan yang mengantongi Jamkesta.

“Tapi dengan kebijakan baru Pak Wali Kota yang hanya menunjukan Kartu Keluarga (KK) dan KTP sebagai warga Kota Manado bisa dilayani sebagai pasien UC, saya rasa seluruh masyarakat bisa merasakan program kesehatan gratis ini,’’ tandas Charlie Legi, Warga Malalayang.

Memang diakui Rudi Darungo, warga Tuminting, selama ini yang memiliki kartu Jamkesta itu kebanyakan keluarga dekat atau family para Kepala Lingkungan (Pala). “Hanya dorang-dorang dan keluarga mampu yang dapat kartu Jamkesta. Ini so nepotisme. Sementara program kesehatan gratis ini sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Manado,’’ ujar pria keseharian berprofesi sopir Taksi ini.

Menurutnya, dengan dihapusnya Jamkesta sebagai salah satu syarat mendapat layanan kesehatan gratis ini, mudah-mudahkan bisa dimanfaatkan seluruh warga Manado. “Kan so lebe enteng. Cuma kase tunjuk KK dengan KTP so bisa dilayani. Terutama kasihan bagi warga kurang mampu sangat perlu program Pemkot Manado ini. Terima kasih pak Wali Kota,’’ pungkas Rudy. (anto reppy)