IKLAN

Minta Perlindungan Soal Status Tanah

Warga Maasing dan Karang Ria Duduki Kantor DPRD Manado


Minta Perlindungan Soal Status Tanah

Ratusan warga Maasing dan Karang Ria, saat menduduki kantor DPRD Kota Manado. (foto:christian-MLC).

Ratusan warga Maasing dan Karang Ria, saat menduduki kantor DPRD Kota Manado. (foto:christian-MLC).

MANADO – Warga kampung Bobo kelurahan Maasing dan Bitung Karang Ria, Senin, (26/01) pukul 12.00 wita, kembali menduduki kantor DPRD Kota Manado. Kedatangan ratusan warga tersebut, mengadukan nasib dan meminta perlindungan anggota dewan terkait status tanah yang sementara mereka tempati.

Ratusan kepala keluarga yang merasa terancam kehilangan tempat tinggal tersebut, mengatakan bahwa selama ini mereka merasa terintimidasi bahkan diancam yang dilakukan oleh pihak yang mengklaim tanah tersebut.

“Kami meminta anggota dewan untuk dengan tegas meminta kepada pihak yang mengaku pemilik tanah ini, untuk tidak menintimidasi dan mengancam warga,” kata koordinator aksi Soleman.

Status tanah yang dinilai bermasalah ini, belum diproses hukum secara perdata, sehingga tidak tepat jika warga harus meninggalkan atau dipaksa mengosongkan lahan oleh kelurga Kerema – Walla, yang mengaku pemilik lahan.

“Perintah dan permintaan pengosongan lahan, toong dibatalkan karena proses hukumnya belum jelas. Termasuk surat dari camat terkait hal yang sama,” ujar warga dalam pertemuan tersebut.

Tepat pukul 13.00 wita, anggota dewan Benny Parasan, yang menjadi pimpinan dalam pertemuan dengan warga tersebut, meminta pertemuan dialihkan di ruang paripurna DPRD. “Kerena ruang gabungan dipenuhi sesak warga, kita pindah ke ruang paripurna,” ungkap politisi Gerindra itu. (christian)

 

Manado Fiesta 2017