IKLAN

Warga Lolak Bolmong Tuntut Ganti Rugi Proyek Pelebaran Jalan


 

Asisten I Pemkab Bolmong, Chris T. Kamasaan. (foto dok)

Asisten I Pemkab Bolmong, Chris T. Kamasaan. (foto dok)

BOLMONG – Imbas pelebaran jalan di ibukota kabupaten Bolmong, Kota Lolak, warga setempat menuntut ganti rugi. Pro kontra pun berkembang di tengah masyarakat. Warga Desa Lalow yang terkena proyek tersebut menuntut Pemkab Bolmong.

Pasalnya, bangunan dan kios milik warga, digusur karena proyek pelebaran jalan. “Kami meminta pemerintah agar dapat mengganti rugi terkait pelebaran jalan,” ujar Edi Sambo, warga setempat, Kamis (1/10).

Sementara Asisten I Drs Chris T. Kamasaan mengatakan telah melakukan rapat dengan pemerintah desa maupun kecamatan guna membahas permasalahan tersebut. “Selasa (30/10) perwakilan dari masyarakat dan pemerintah setempat telah menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Masih menurut Kamasaan, pekan depan pemkab akan membentuk tim untuk mengkaji ganti rugi kepada masyarakat. “Sangadi (kepala desa) akan memfasilitasi terkait ganti rugi pelebaran jalan itu,” imbuhnya.
Dalam persyaratan adminstrasi, warga yang terkena pelebaran jalan harus melengkapi sertifikat tanah, IMB (Izin mendirikan Bangunan serta SIUP (Surat Izin Usaha Perdagagan) jika bangunan itu, merupakan tempat kios atau tempat jualan. Menurut Crhis ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 tentang ganti rugi tanah. (yoan)