IKLAN

Warga Ilegal Asal Filipina Berimplikasi Politik Dan Hukum


DSC_0031 (2)BITUNG-Penyelesaian masalah keberadaan warga ilegal asal Filipina di Kota Bitung yang dikenal dengan istilah Sangir-Pilipina (Sapi) dan Pilipina-Sangir (Pisang), sampai saat ini masih belum ada jalan keluar. Hal ini terungkap dalam Rapat bersama DPRD Kota Bitung dengan instansi terkait, Kamis (23/4), dipimpin oleh Ketua Dekot Laurensius Supit didampingi Wakil Ketua Ir. Maurits Mantiri dan Hengky Honandar,

 

Menurut Mantiri, keberadaan warga ilegal  asal Filipina di Kota Bitung beimplikasi Politik dan Hukum. Untuk itu persoalan warga ilegal asal Filipina harus secepatnya diselesaikan, sehingga kedepan tidak akan menimbulkan persoalan baru terlebih ketika menghadapi Pemilihan Kepala Daerah pada bulan Desember 2015, apalagi mereka sudah tidak bekerja tentunya hal ini bisa memicu terjadinya kerawanan sosial dimasyarakat.

 

“Dalam menyelesaikan masalah warga ilegal asal Filipina, kita harus memiliki data yang akurat serta payung hukum yang jelas, untuk itu saya meminta kepada semua pihak terkait bersinergi dalam upaya mengambil langkah-langkah kebijakan sehingga persoalan ini bisa terselesaikan dengan baik di Kota Bitung. Perlu ada tim bersama sehingga ketika menjumpai kendala atau ada yang belum jelas, tim bisa berkonsultasi dengan Kementrian terkait untuk mencari solusi terbaik,” jelas Mantiri.

 

 

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Dekot Bitung, dalam menyelesaikan persoalan ini harus disikapi dengan bijaksana sesuai dengan undang-undang, sebab masalah warga ilegal asal Filipina bersentuhan dengan hukum.

“Kami akan mempertegas keberadaan warga ilegal tersebut, mengantisipasi gejolak sosial dimasyarakat  diakibatkan keberadaan kelompok Sapi dan Pisang yang sudah tidak memiliki pekerjaan. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal dan juga mengantisipasi persoalan baru saat Pilkada terkait keberadaan warga ilegal tersebut,” ungkap Supit.

 

Krena terdapat perbedaan data yang sangat menyolok tentang jumlah warga ilegal asal Filipina dari Instansi terkait, maka Rapat bersama tersebut akan dilanjutkan pada hari Kamis (30/4) depan, dengan agenda memasukan data valid serta menghadirkan kelompok Sapi dan Pisang di Kantor DPRD Bitung untuk diverifikasi dan diambil sidik jari serta foto. (jones)

 

Manado Fiesta 2017