IKLAN

Waduh! Tenda Induk PKRS Amburadul, Ini Jawaban Komisi Remaja Sinode


KONDISI: Tenda induk PKRS

KONDISI: Tenda induk PKRS selama kegiatan berlangsung Rabu (1/7) sampai hari ini Selasa (6/7) (foto:Kandi/manadoline)

MANADO- Beberapa jemaat tergabung dalam pembina dan remaja peserta Perkemahan Kreatif Remaja dan Siswa Sinode GMIM (PKRS) mengeluhkan tenda induk yang menggangu keamanan dan kenyamanan peserta.

Pasalnya, bambu yang hampir ribuan banyaknya itu berserakan tak karuan ditengah-tengah maraknya aktifitas peserta saat mengikuti kegiatan rohani.”Kami berhati-hati saat memasuki tenda induk, sudah ada beberapa teman yang ditimpa bambu-bambu ukurannya tidak terlalu besar itu dan bisa saja seketika jatuh,”tutur para remaja dari Wilayah Minsel kepada www.manadoline Selasa (6/7) yang tidak mau menyebutkan asal jemaatnya.

Tenda Induk memprihatinkan (foto:Kandi/manadoline)

Hampir mendekati malam penutupan Selasa (6/7), tenda induk keadaan memprihatinkan (foto:Kandi/manadoline)

Saat dikonfirmasi, pihak Komisi Remaja Sinode (KPRS) GMIM melalui ketua Pnt. Ir. D. Moody Rondonuwu MT mengungkapkan KPRS tengah malam (malam Senin (5/7)-Red) melakukan rapat evaluasi juga membahas kegiatan terakhir atau malam penutupan Selasa (6/7).”Kita nanti melihat apakah memungkinkan untuk api unggun, kendalanya ya itu tadi kesiapan tenda induk yang dikeluhkan beberapa pembina dan remaja,”ungkap Rondonuwu.

Tambahnya, kejadian alam seperti ini yaitu faktor angin kencang menjadi salah satu penyebab utama. Berkaitan dengan teknis termasuk kesiapan keamanan tenda sudah kami sampaikan ke panitia pelaksana.”Masalah seperti ini memang tidak diinginkan, panitia berusaha terutama keamanan tenda, tetapi beberapa hari terakhir ini sebagian wilayah potensi angin kencang termasuk Minsel,”ungkap salah satu panitia yang enggan menyebutkan nama. Perkemahan tahun berikutnya semoga tidak terjadi hal seperti ini, itu ditunjang juga kesiapan panitia dan pihak KPRS, mudah-mudahan.(srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017