IKLAN

Usut Kasus Pemecah Ombak, Kejati Sulut Periksa Bupati Minut


MANADO–Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara terus mengembangkan kasus dugaan korupsi Pemecah Ombak Pantai Likupang, Minut.

Vonnie A Panambunan

Dan dari hasil penyidikan terbaru, Kamis (21/12/2017) tim penyidik memanggil Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP), untuk diperiksa sebagai saksi  di kasus pemecah ombak yang sudah menyeret beberapa orang tersangka.

Kajati Sulut Mangihut Sinaga melalui Kepala Seksi  Penerangan Hukum  Yonni E Malaka, via aplikasi Whatsaap, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

“ Bupati Minut baru diperiksa sebagai saksi terkait perkara tindak pidana korupsi penyimpangan proyek pemecah ombak/penimbunan pantai di Desa Likupang, Minahasa Utara,”jelas Malaka.

Untuk Kasus dugaan korupsi pemecah Ombak di Desa Likupang,  6 November 2017, Kejati Sulut telah menetapkan  RT yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut, bertindak selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Sedangkan SHS sebagai bawahan dari RT di BPBD Minut, kala itu dipercayakan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan.

” Para tersangka ini diduga
telah malakukan korupsi  Proyek Pemecah sesuai hasil perhitungan BPKP, kerugian negara mencapai kurang lebih Rp8 miliar dari anggaran Rp15 miliar,” kata Mangihut.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan  Lukman Efendi menyatakan, dari hasil pengembangan penyidikan tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka baru. “Penyidikannya masih terus dikembangkan. Saat ini baru ditetapkan dua tersangka,” tegas Efendy. (mom)