IKLAN

Satu Tahanan Rutan Kotamobagu Melarikan Diri Usai Antri Makanan Sahur


 

Rutan Klas III Kotamobagu. (f-yoan/manadoline)

Rutan Klas III Kotamobagu. (f-yoan/manadoline)

KOTAMOBAGU – Pemadaman aliran listrik yang saat ini kerap dilakukan PLN, membawa ‘berkah’ sendiri bagi tahanan di Rutan Klas III Kotamobagu. Adalah RP (24) berhasil kabur pada Rabu (8/7) sekitar pukul 02.30 Wita usai pembagian makanan sahur.

Informasi yang didapat RP yang tengah menjalani proses sidang di PN Kotamobagu terkait kasus pencurian sapi, malam itu seperti biasanya tahanan yang muslim mengantre makanan sahur termasuk yang bersangkutan RP.

“Laporan dari anggota saya, malam itu petugas rutan masih melihat RP antre makanan. Tapi kemudian listrik padam, RP beraksi melarikan diri,” sebut Kepala Rutan Amri Langkamane.

Masih menurut Kepala Rutan (Karutan), usai menerima makanan dan minuman buat sahur, tahanan kembali ke kamar masing-masing termasuk RP ke dalam kamarnya di Blok D. Dan kemudian listrik pun padam. Suasana rutan gelap gulita. Lampu emergency hanya ada dua buah, tak cukup menerangi empat blok.

Dalam aksinya RP diduga dibantu teman-temannya naik ke atas plafon. Memang plafon yang terbuat dari papan 3 cm sudah terlihat lapuk karena ada genteng yang bocor dan umurnya sudah kurang lebih 20 tahun. Dia kemudian membongkar genteng dan turun di antara dua tembok.

Selanjutya ia melemparkan kain sarung sebagai tali ke bagian pecahan botol yang tertancap di atas tembok dua.

Tak lama kemudian petugas rutan menyadari RP sudah tidak ada di kamarnya. “Saat itu anggota saya langsung membentuk tim pencarian yang terdiri dari lima orang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Selain itu juga teman-teman RP yang membantunya melarikan diri saat ini tengah menjalani pemeriksaan,” ujar Langkamane.

Malam itu saat kejadian petugas rutan hanya empat orang. Satu di pintu utama, dua di blok, dan satu di ruang komandan jaga. “RP telah dua bulan dua hari masuk rutan dengan kasus pencurian sapi. Yang bersangkutan sebelumnya sudah pernah menjalani pidana dengan kasus pencabulan anak bawa umur,” pungkas Karutan Langkamane. (yoan)

 

Manado Fiesta 2017