IKLAN

Usaha Rumahan: Bisnis Kue Kering Menguntungkan


Ilustrasi/Usaha Kue Kering

Ilustrasi/Usaha Kue Kering

MANADO- Paling ditunggu umat muslim di dunia termasuk masyarakat Sulawesi Utara yaitu Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Di hari kemenangan tersebut, keluarga dan kerabat berkumpul dan seperti biasanya menyajikan makanan dan kue kering.

Salah satu menu khas Lebaran adalah kue kering. Itu merupakan budaya bukan hanya umat muslim yang merayakan Lebaran tapi seluruh umat beragama kala merayakan hari rayanya, tak akan lengkap jika tak ada kue kering didalam toples yang dibentuk unik dan menarik.

Kebutuhan masyarakat meningkat, sehingga pelaku usaha tak ketinggalan untuk menjual produk kuenya. Salah satu ibu rumah tangga yang memanfaatkan peluang bisnis tersebut yaitu Treisye (37) warga Wonasa Lingkungan II Kecamatan Singkil. Sejak awal 2013 berbisnis kue musiman tersebut, Ibu muda ini menawarkan aneka kue kering menarik seperti putri salju, goodtime, nastar, kue coklat, wafel, ovaltine, dan berbagai kue lainnya. Meski terbilang bisnis musiman, ia mampu mencetak laba fantastis dari bisnis tersebut.

“Keuntungan lumayan, butuh juga kealihan dan menjaga agar cita rasa tak mengecewakan pelanggan. Sekarang banyak masyarakat khususnya teman-teman sibuk dengan pekerjaan jadi mereka tak ada waktu membuat kue, altenatifnya teman-teman memesan kue yang menjadi bisnis rumahan saya,”tutur Treis panggilan akrabnya kepada www.manadoline.com pagi ini Selasa (16/6).

Harga kue kering rata-rata mulai Rp 150 ribu-Rp 200 ribu, harga disesuaikan dengan jenis kue. Memproduksi kue kering lantaran ingin mengambil keuntungan berlipat ganda menjelang hari raya.“Lumayan untuk saat ini (Selasa 16/6-red) permintaan kue kering sudah hampir 15 keluarga yang memesan. Omzet pun jauh meningkat, Treis mendapat keuntungan dari bisnis tersebut mencapai 50 persen, keuntungan itu dapat mencukupi biaya anak-anak sekolah,”pungkasnya. (srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017