IKLAN

UPT BPP Kendari Gandeng 25 Pelaku UKM Sulut


MANADO-Kementrian Ketenagakerjaan RI melalui unit pelaksana teknis (UPT) Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari menggandeng 25 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan beberapa pimpinan perusahaan di Manado. Mereka terus dilatih meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan perubahan sikap mental selama 5 hari di Hotel Sahid Manado.

SERIUS: 25 pelaku usaha ikuti pelatihan dari UPT BPP Kendari dan didampingi Disnakertrans Sulut, Kamis (11/8) (foto:Kandi/ML)

SERIUS: 25 pelaku usaha ikuti pelatihan dari UPT BPP Kendari dan didampingi Disnakertrans Sulut di Hotel Sahid Manado, Kamis (11/8) (foto:Kandi/ML)

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Utara (Sulut) MM Sendoh.”Kami apresiasi, ternyata dari Kementerian melalui UPTD Kendari perhatian. Kita dibekali ilmu dari produktivitas kalau meningkat bisa merekrut tenaga kerja banyak,”jelasnya sembari menambahkan 25 pelaku UKM berasal dari Manado, Tomohon, Minahasa dan Minut.

Senada dengan itu, Daniel Lete perwakilan UPTD BPP Kendari mengungkapkan pelatihan produktivitas dapat mendorong kualitas dan kuantitas dari pelaku UKM, otomatis usaha mengingkat tenaga kerja dibutuhkan, pelaku usaha Sulut bisa mandiri, berhasil dengan baik.

“Ya, bisa menaggulangi jumlah pengangguran. Ini juga salah satu program Presiden Joko Widodo yaitu Nawa Cita,”kata Lete yang sudah tiga kali lakukan pelatihan di Manado, dan hari ini (Jumat-red) hari terakhir lakukqn peatihan.

Diketahui, BPP Kendari melaksanakan pengukuran dan peningkatan produktivitas.

Selain itu, BPP Kendari berperan aktif dalam mendorong Gerakan Produktivitas Nasional untuk memotivasi partisipasi masyarakat dalam meningkatkan produktivitasnya dalam bentuk kegiatan seperti pemberian penghargaan produktivitas secara periodik bagi UKM, dinilai berhasil meningkatkan produktivitas usahanya secara signifikan.

Wilayah kerja BPP Kendari sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2012 meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat,”tutur Lete.

Terpisah, salah satu pelaku UKM yang ikut kegiatan tersebut Anie warga Ranotana Weru Lingkungn 10 Kecamata Wanea. Ia mengakui, banyak manfaat setelah dibekali langsung Kementerian melalui BPP Kendari.

“Usaha saya menjual nasi kuning, asinan dan klapertart. Awal karir, mulanya coba-coba demi penuhi sekolah anak-anak. Syukurlah nasi kuning saya bisa diperjualberikan disalah satu toko di Kawasan Megamas,”ungkap Anie yang sudah belasan tahun tekuni UKM, Jumat (12/8).

Pantauan Manadoline saat pelatihan di Hotel Sahid Manado Kamis (11/8), bukan hanya ketiga produk diatas, melainkan bervariasi diantaranya rica roa, rica cakalang, keripik, stik, obat herbal, dan lain-lain.

(srikandipangemanan)