IKLAN

Umboh, Nilai Operasi Zebra dari Kepolisian Tidak Serius


Terry Umboh, Ketua ASPINDO Kota Manado.

Terry Umboh, Ketua ASPINDO Kota Manado.

MANADO – Maraknya taksi gelap, atau mobil penumpang umum (MPU) berpelat nomor polisi (nopol) hitam yang beroperasi di Kota Manado, membuat berbagai kalangan menyoroti kinerja aparat kepolisian. Keberadaan taxi gelap yang terus bermunculan, membuat resah para sopir angkutan umum berpelat kuning dan ini bisa mempengaruhi pendapatan mereka.
“Operasi zebra yang dilakukan pihak kepolisian tidak serius menindaki kendaraan taxi gelap yang beroperasi di Kota Manado. UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan umum menegaskan bahwa kendaraan plat hitan tidak boleh melayani trayek tertentu,” kata Terry Umboh, Ketua Asosiasi Angkutan Kota Indonesia (ASPINDO) Kota Mando.
Umboh juga menegaskan bahwa, pihak kepolisian sengaja membiarkan keberadaan taxi gelap dan ini dibuktikan tidak ada tindakan penertiban terhadap mereka. “Yang berhak melakukan tindakan hanya pihak kepolisian, dan petugas perhubungan dalam hal ini DLLAJ tidak berhak melakukan tindakan penertiban sesuai dengan UU,” tegasnya.
Ketua ASPINDO Manado ini mengaku, sedang mempersiapkan yudisial review terhadap pemberlakukan UU Nomor 22 tahun 2009, untuk dikembalikan ke UU yang lama, agar pihak kepolisian langsung melihat dan bertindak terhadap keberadaan taxi gelap.
Dirinya mengharapkan kepada Kapolda Sulut, menjadikan pekerjaan rumah saat masuk di Sulawesi Utara untuk dapat menertibkan keberadaan taxi gelap di beberapa wilayah di Kota Manado.
“Ini pekerjaan rumah buat Kapolda yang baru, untuk dapat menertibkan keberadaan taxi gelap di Kota Manado,” harapnya. (christian)

 

Manado Fiesta 2017