IKLAN

Pencemaran Nama Baik

Turun dari Pesawat, Kejati Sulut Langsung Eksekusi Terpidana Henry Peuru


Pencemaran Nama Baik

Henry Peuru, terpidana 3,6 tahun penjara atas perkara pencemaran nama baik terhadap Gubernur Sulut SH Sarundajang

Henry Peuru, terpidana 3,6 tahun penjara atas perkara pencemaran nama baik terhadap Gubernur Sulut SH Sarundajang

MANADO – Masih ingat kasus pencemaran nama baik beberapa tahun silam yang sempat membuat Gubernur Sulut, SH Sarundajang terusik? Yah, setelah menjalani proses kasasi yang membutuhkan waktu lumayan lama, akhirnya Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 3,6 tahun terhadap Ir. Henry John C.H. Peuru, terpidana pencemaran nama baik dengan menggunakan media elektronik terhadap Sarundajang.

Selasa (25/11) tadi malam sekitar pukul 18.40 Wita, Henry Peuru tiba di Bandara Samratulangi dengan menumpangi pesawat komersil Batik Air dari Jakarta. Henry yang saat itu mengenakan topi abu-abu kecoklatan, baju hitam bergaris abu-abu dipadu celana jeans hitam langsung dieksekusi pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sulut, Arif Kanahau,SH kepada wartawan myManado memebenarkan terpidana 3,6 tahun perkara pencemaran nama baik Gubernur Sarundajang itu telah dieksekusi ke Rutan Malendeng. Proses eksekusi itu menurutnya, Kejati Sulut menjalankan sesuai putusan incraht dari MA Nomor 1625 K/MA/2014 tertanggal 05 November  2014. “Dalam putusan itu terpidana dihukum penjara selama tiga tahun enam bulan serta denda sebanyak Rp50 juta atau diganti dengan kurungan tiga bulan penjara,” Jelas Arif Kanahau.

Sebelumnya Henry Peuru sempat ditahan di Rutan Malendeng. Namun sementara kasus berjalan saat masuk kasasi di MA, masa penahanannya habis sehingga dibebaskan. Terkait selisih waktu antaran putusan MA tanggal 5 November 2014 dengan proses eksekusinya tanggal 24 November 2014, diakui Arif Kanahau, itu yang menyebabkan kejaksaan sempat kesulitan.

“Jaksa sulit melaksanakan eksekusi terhadap terpidana yang sudah habis masa tahanannya. Tapi yang jelas kami sudah menjalankan eksekusi  ini serta penahanan yang dijalani terpidana nantinya dihitung saat dieksekusi. Yaitu tanggal hari ini, dengan pastinya dipotong masa tahanan yang sempat dijalaninya,” tegas Arif sembari menambahkan, putusan yang dijatuhkan MA ini di dasari atas terbuktinya   perbuatan terpidana telah melakukan pencemaraan nama baik dengan menggunakan barang elektronik dan dokumun elektronik sebagaimana dalam pasal 45 ayat (1) pasal 27 ayat (3) Undang-Undang  No 11 thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jo pasal 64 ayat (4) KUHP, pasal 310 ayat (2) KUHP, dan Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (anre)