IKLAN

Broadcast BBM dan SMS, SKB Tiga Menteri

Tunjangan Sertifikasi Guru Dihapus


Broadcast BBM dan SMS, SKB Tiga Menteri

Tunjangan Profesi Guru

MANADO – Beredarnya Surat Keputsan Bersama (SKB) tiga menteri yaitu menteri keuangan, menteri pendidikan dan kebudayaan dan menteri pemberdayaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, terkait penghapusan dana tunjangan sertifikasi guru, melalui broadcast  blackberry messenger  (BBM) dan pesan singkat short message service (SMS) sempat membuat sejumlah guru di Kota Manado merasa was-was.

“Terus terang kami was-was dengan sms yang masuk, soal tunjangan sertifikasi dihapus Pemerintah Pusat,” ujar Yansye, guru disalah satu SMK di kota Manado.

Royke Anter

Royke Anter

Kadis Diknas Kota Manado Corry Tendean, ketika dihubungi melalui seluler mengatakan belum mengetahui kabar tersebut. Sementara legislator Manado, Royke Anter, mengatakan isu pencabutan tunjangan sertifikasi guru itu tidak benar. “Itu hanya isu dan beritanya tidak benar. Sampai saat ini, kami belum menerima informasi dari Pemerintah Pusat terkait SKB tiga Menteri tersebut,” katanya saat dihubungi manadoline.com.

Anter juga meragukan kebenaran kabar tersebut sebab, selain terjadi kerancuan dalam tahun penerbitan termasuk ada kesalahan dalam penulisan SKB tiga menteri. “Jika surat tersebut dari tiga menteri seharusnya kode di nomor suratnya lebih banyak,” ujarnya. Karenanya Anter, mengimbau para guru tidak mempercayai berita itu. “Itu bohong,” katanya

Sebelumnya, kabar yang menggegerkan para guru,  terkait SKB yang ditandatangani oleh tiga menteri dengan nomor NO.251/SKB/2015, yang isinya mengatakan tunjangan profesi guru disebut dicabut per 1 Januari 2015. Sebagai pengganti tunjangan, guru di daerah terpencil tingkat kabupaten/kota mendapat gaji Rp 2,5 juta per bulan. (christian)