IKLAN

Tunggu Giliran Direlokasi, Sebagian Eks Warga Kampung Bobo Tinggal di Tenda Pengungsian


MANADO — Meski sebelumnya pernah melakukan perlawanan dan berusaha berjuang sampai ke DPRD Manado mempertahankan Kampung Bobo di Kelurahan Maasing Lingkungan III Kecamatan Tuminting adalah lahan mereka yag sudah didiami puluhan tahun. Namun belakangan warga di situ sadar setelah melalui proses sosialisasi lumayan panjang oleh pemerintah dibantu para anggota dewan Kota Manado kalau pemilik sah lahan tersebut adalah Hanny Walla sesuai putusan pengadilan.

image

Marintje, salah satu korban eksekusi Kampung Bobo bersama keluarga kini tinggal di tenda pengungsia sambil menunggu proses relokasi. (foto: bondan/manadoline)

Itu terbukti, sebelum tiba proses eksekusi, sudah sebagian warga rela pindah ke Pagiang, lokasi yang sudah disediakan Hanny Walla sebagai ganti rugi tempat tinggal. Bahkan, sisanya yag masih bertahan tinggal meminta akan membongkar sendiri rumah mereka. Namun sayang, eksekusi sudah terlanjur dilakukan.

image

Seorang ibu miris menyaksikan langsung rumahnya dirobohkan mesin eksavator

“Jangan bongkar rumah kami sampe rata tanah, biarkan kami sendiri yang membokarnya. Kami disina sudah tinggal dari puluan tahun yang lalu, jadi apa boleh buat kami rela dan pasrah karena ini bukan tanah kami,” ungkap Marintje sambil menangis meratapi rumahya yang sudah rata tanah dirobohkan mesin eksavator, Rabu (5/8).

Saat ini Marintje dan beberapa warga lain tidak tahu akan tinggal dimana lagi. Mereka kini ada yang menumpang di rumah keluarga ada juga yang rela memasang tenda di lokasi penggusuran untuk tinggal sementara sambil menunggu direlokasi ke Pangiang. “Kami belum tau kalo akan mencari rumah dimana, untuk sekarang ini kami masih ingin tinggal dengan saudara-saudara kami,” tambah Marintje. (bondan)