IKLAN

TTP Dipangkas 7%, Staf 5%, Satgas Gempita Diminta Tegas Sidak Apel Perdana 11 Juli Nanti


Kepala BKD Pemkot Manado, Hans Tinangon memeriksa hasil sidak Satgas Gempita

Kepala BKD Pemkot Manado, Hans Tinangon memeriksa hasil sidak Satgas Gempita

MANADO – Para ASN (Aparatur  Sipil Negara), termasuk di Pemkot Manado akan menikmati libur panjang Lebaran plus libur nasional.

Terhitung mulai Sabtu, 2 Juni besok para ASN sudah tak ngantor lagi. Kemudian ditambah libur atas kebijakan pemerintah menyusul tanggal 6-7 Juli nanti perayaan Lebaran umat muslim. Para ASN masuk kantor seperti biasa nanti Senin, 11 Juli.

Libur panjang ini konon langsung diantisipasi Wali Kota, GS Vicky Lumentut dan Wawali Manado, Mor Bastiaan (GSVL-MOR) terhadap ASN Pemkot Manado yang keenakan menikmati hari libur mereka tanpa memperdulikan displin kehadiran.

Bersamaan akan digelarnya apel pagi perdana bulan Juli tanggal 11 nanti, GSVL-MOR melalui Kepala BKD, Hans Tinangon meminta dengan  tegas meminta agar Satgas Gerakan Masyarakat Pintar dan Taat Aturan (Gempita) melakukan sidak kehadiran ASN saat apel perdana Juli itu.

“Ada sanksi pemotongan TTP (Tunjangan Tambahan Penghasilan) bagi ASN yang tidak hadir apel pagi. Sanksi ini tidak neko-neko mengingat kehadiran apel tersebut sangat penting setelah libur panjang,” tegas Tinangon.

Sesuai Perwal (Peraturan Wali Kota) nomor 37 tahun 2012 tentang pemberian TTP, sanksi untuk ASN Pemkot Manado yang tidak hadir mengikuti apel pagi akan dipotong 7% bagi ASN yang memegang jabatan. Untuk staf dipotong 5%.

Tinangon berharap, Satgas Gempita bisa melakukan sidak terhadap ASN yang tidak mengikuti apel pagi bulan Juli nanti.

“Jadi kami meminta seluruh ASN Pemkot Manado untuk tetap hadir mengikuti apel pagi perdana bulan juli setelah menikmati libur panjang,” pungkas Tinangon. (antoreppy)

 

Manado Fiesta 2017