IKLAN

TP-PKK Sulut Prihatin Korban Eha-Bond di Manado Tembus Kalangan SD


MANADO-Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulawesi Utara (Sulut) dr Kartika Devi Kandouw Tanos mengatakan dari sekian banyak masalah sosial masyarakat, salah satu menjadi sorotan adalah anak-anak korban lem Eha-Bond.

Wakil Ketua

SERIUS: Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw Tanos saat mendengarkan program kerja setiap TP-PKK se-Kabupaten/Kota dalam acara rakor pemberdayaan kesejahteraan keluarga di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur belum lama ini, (foto:Kandi/ML)

Hal ini berkaitan saat rapat koordinasi (Rakor) pemberdayaan kesejahteraan keluarga bersama seluruh pengurus TP-PKK se-Kabupaten/Kota di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur belum lama ini.

Menariknya, TP-PKK Manado dibawah pimpinan Ibu Paula Lumentut Runtuwene melalui perwakilan salah satu sumber mengungkapkan kelanjutan program periode lalu masih prioritas anak-anak korban lem Eha-Bone di 2016 ini.

“Data akurat masin diolah. Tapi perkiraan ada 11 anak barusan kemarin telah ikuti rehabilitasi di Yayasan Pdt Jamila. Kami fokus kepada anak-anak korban Eha-Bone apalagi keperluan dari anak-anak yang direhab,”jelas salah satu perwakilan TP-PKK Manado, diketahui Ketua TP-PKK Manado tidak hadir karena sedang menghadiri APEKSI di Jambi.

Lanjutnya, pantauan TP-PKK Manado setahun terakhir paling banyak pengguna lem di wilayah Wawonasa Kombos Kecamatan Singkil. Rata-rata di satu kampung tersebut pemakainya kebanyakan anak-anak kelas 3 Sekolah Dasar (SD).

Sementara itu, dr Kartika Devi Kandouw Tanos menambahkan hal tersebut patut Manado fokuskan.”Anak-anak perkotaan tak menutup kemungkinan ada pengguna anak di pedesaan,. Ibu-ibu memiliki anak-anak yang masih kecil harus lebih concern lagi. Rantainya ini kemana sampai mereka gunakan Eha-Bone?,”jelasnya.

Diingatkan, ini sangat pengaruh ke otak karena memiliki zat adiktif.”TP-PKK Sulut sangat berharap TP-PKK Manado seriusi semua program terlebih perhatian terus ternadap anak-anak korban Eha-Bond. Ini menghindari agar tidak terulang dan tidak tersentuh barang berbahaya itu juga diingatkan kepada pengurus TP-PKK Kab/Kota lainnya,”kunci Istri Wakil Gubernur Steven Kandouw tersebut. (srikandipangemanan)