IKLAN

“Torang Samua Basudara” Expired, Warga Sulut Miliki Jargon Baru “Torang Samua Ciptaan Tuhan”


image

Sambutan Wagub Sulut, Steven Kandouw di sela-sela rapat Paripurna Istimewa DPRD Manado dalam rangka HUT Kota Manado ke 393 tahun di ruang serba guna kantor Wali Kota Manado

MANADO – HUT Kota Manado ke 393 tahun hari ini (Kamis 14/7/2016) menjadi istimewa dan penuh sejarah bagi masyarakat Sulut. Betapa tidak, bersamaan tahun pertama pemerintahan Kota Manado dibawah kepemimpinan duo top eksekutif GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-MOR) merayakan hari kelahiran daerah yang dipimpin mereka, Pemprov Sulut langsung mencetuskan jargon baru untuk seluruh warga Bumi Nyiur Melambai, yakni “Torang Samua Ciptaan Tuhan”.

image

Wagub Steven Kandouw menghadiri undangan rapat paripurna istimewa HUT ke 393 Kota Manado yang dilaksanakan DPRD Manado

Ini diungkapkan langsung Gubernur, Olly Dondokambey melalui Wagub, Steven Kandouw (OD-SK) di sela-sela sambutannya saat menghadiri Paripurna HUT Kota Manado ke 393 yang digelar DPRD Manado di ruang Serbaguna Kantor Wali Kota. “Siapa pun dia, warga Sulut maupun Manado yang berada disini adalah ciptaan Tuhan. Kita berbeda suku, agama dan bahasa tapi kita semua ciptaan Tuhan,” tegas Wagub di depan seluruh tamu pejabat, para anggota dewan dan undangan terhormat yang hadir.

Dengan ide OD-SK melahirkan jargon terbaru “Torang Samua Ciptaan Tuhan”  maka berakhir sudah jargon “Torang Samua Basudara” yang dicetuskan mantan Gubernur Sulut, E.E Mangindaan yang kini sebagai menjabat Wakil Ketua MPR RI.

Jargon “Torang Samua Basudara” di masa kepemimpinan Mangindaan sebagai Gubernur sejak 1 Maret 1995 hingga 1 Maret 2000 memang sangat melekat bagi masyarakat luar untuk sebutan warga Sulut, terlebih Manado. Bahkan selama 2 dekade hingga saat ini Sulut sudah berganti 3 kali pemilihan Gubernur, jargon “Torang Samua Basudara” masih sangat populer.

Kini di tangan OD-SK sebagai Gubernur dan Wagub Sulut periode 5 tahun kedepan melahirkan jargon baru “Torang Samua Ciptaan Tuhan”. Bahkan jargon ini sudah mulai disosialisasikan melalui beberapa papan reklame bilboar yang tersebar di sejumlah titik di Kota Manado. Dengan demikian, “Jargon Torang Samua Basudara” tinggal kenangan.

“Minta maaf, untuk slogan Torang Samua Basudara kita rubah. Saat ini kita menggunakan Torang Samua Ciptaan Tuhan sebagai slogan kerukunan dan kedamaian masyarakat Sulut, termasuk di Kota Manado sebagai ibukota provinsi,” pungkas politisi PDIP ini. (antoreppy)