IKLAN

GODOK PEMERINTAH KELUARKAN PERDA

Tonaas Sayangkan Kebudayaan Minahasa Mulai Terkikis


GODOK PEMERINTAH KELUARKAN PERDA

MINAHASA– Ornamen budaya Minahasa Sulawesi Utara (Sulut) semakin terkikis di tanah sendiri. Padahal, pijakan pertama suatu Negara bukan pada faktor ekononi tetapi kebudayaan.

 

Tonaas

Tonaas Wangko Brigade Manguni Indonesia, Dicky Maengkom.

Hal ini tegas dikatakan Tonaas Wangko Brigade Manguni Indonesia Dicky Maengkom.

Diketahui belum lama ini, Tonaas sapaan Dicky Maengkom dan Laskar Manguni Indonesia (LMI) memperjuangkan Peraturan Daerah (Perda) soal ornamen budaya di Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (Deprov) Sulut.

“Kami orang Minahasa orang daerah, disini kami mempertahankan identitas daerah dan kami berjuang supaya Deprov buat Perda,”ungkap Tonaas juga sebagai pendiri LSM Manguni di Indonesia.

Disampaikan Tonaas target Minahasa di tanah malesung ini, harus ada ornamen-ornamen daerah. Sangat disayangkan, seperti didepan Manado Town Square (Mantos) dimana memajang patung yang bukan budaya Minahasa.

Dimana-mana ada ornamen pasti merupakan identitas atau tanda-tanda suatu daerah, contohnya ketika orang luar datang ke tanah Minahasa, atau di Sangihe, Talaud atau ditempat keramaian ada ornamen burung Manguni atau Cakalele dan bahasa daerah masing-masing,”terang Tonaas.

Berbicara bahasa daerah, Tonaas menegaskan kurikulum bahasa daerah tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Kami khawatir 30 tahun kedepannya entah orang Tombulu, Tonsea, Tountemboan sudah tidak tahu bahasa daerah. Makanya kami bangsa yang besar, bangsa yang tetap menghormati ornamen daerah, bangsa yang tetap mempertahankan adat budaya,”tutur Tonaas kepada Manadoline saat berada di Kantor Gubernur belum lama ini.

Saat ditanyai, bagaimana respon anggota Deprov soal Perda ornamen budaya ini? Tonaas mengatakan, respon pemerintah melalui pimpinan Deprov Sulut Andrei Angouw memberikan janji kepada kami (LMI-Red) selama 6 bulan kedepan terhitung 4 Maret 2016, tindakan Perda sudah dilaksanakan, Deprov sedang digodok.

Ornamen, budaya, pariwisata tidak bisa dipisahkan,”pungkasnya. (srikandipangemanan)