IKLAN

Tokoh Agama, Ingatkan Ini Soal Perdagangan Manusia


Ilustrasi

Ilustrasi

MANADO-Menurut informasi dirangkum www.manadoline.com, awal Mei 2015 penangkapan pihak kepolisian terhadap korban prostitusi online (PO), melibatkan gadis dibawah umur dan pelaku penjualan di salah satu hotel di Manado kompleks Paldua Manado, masih membekas pada ingatan khususnya para tokoh agama.

Bukan hanya di Sulut, PO banyak merambat hampir seluruh daerah di Indonesia. Para tokoh agama dan masyarakat berang terhadap pelaku-pelaku PO yang dikenal pertukaran hubungan seksual atau transaksi perdagangan manusia tersebut,”tutur Ketua Remaja GMIM Pnt Moody Rondonuwu.

Rondonuwu menambahkan ini sangar memalukan karena di Sulut dikenal masyarakat religius dengan semboyan “torang samua basudara” tetapi sekarang masih ada yang tega menjual para gadis hanya karena uang,”tegas Rondonuwu

Senada dengan itu Pdt Marlina Nathalis MTh mengungkapkan banyak cara mengatasi PO dalam konteks kepercayaan umat Kristiani.”Tanamkan kasih, iman dan takut Tuhan penting dalam menjalani hidup,”terang Pdt pelayanan tersebut.

Mewakili umat muslim H. Usran Mantau mengingatkan umat dalam mengatasi PO yakni dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membina mereka dengan kegiatan-kegiatan rohani.

“Semua tokoh-tokoh agama harus ingatkan umatnya, kita berjaga jangan sampai terjadi atau semakin banyaknya dikemudian hari,”tutur Mantau, Kepala Seksi Pembinaan Haji Kanwil Sulut tersebut. (srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017