IKLAN

Tidak Rela Mantannya Diambil Orang, Pemuda Amurang Lakukan Ini


2016-02-21 16.59.33

CM alias Cerry (27) warga Amurang telah ditangkap Tim Paniki Polresta Manado. (Foto eka/ml)

MANADO – Cinta itu buta, yang dipikiran seorang pemuda CM alias Cerry (27) warga Amurang hanya ingin melindungi seseorang yang dia sukai tapi dengan cara yang tidak bagus. FW (19) Warga Kleak merupakan Mantan kekasih pelaku yang sudah berpacaran selama lima tahun tapi kandas karena faktor ketidakcocokan. Kandasnya hubungan mereka berdua ini membuat CM menjadi sangat pencemburu, ia tidak ingin satu orang pun memacari mantannya tersebut. Singat cerita, setahun tidak bertemu membuat CM yang bekerja sebagai Supir mikro ini berhasil mendapatkan lokasi mantan kekasihnya itu dan membuntuti Mahasiswi Unsrat ini hingga ke kostnya di Kleak pada Sabtu malam (20/2).

Sesampainya di kamar kost, Cerry yang berhasil masuk ke dalam kamar FW kerena saat itu Cerry mengetahui bahwa FW sudah punya kekasih yang baru. Nah, disitulah Cerry mengeluarkan pisaunya dan melakukan mengancaman sambil memukul wajah FW dengan sarung pisau tersebut.”jika ada cowok lain, saya akan datang untuk memukul kamu” itulah kata Cerry kepada mantan kekasihnya. Setelah melakukan pengancaman, Pelakupun langsung keluar dari kost.

Tapi, FW yang tidak senang dengan perbuatan mantanya itu langsung melapor ke Orang Tuanya dan bersama-sama datang ke SPKT Polresta Manado pada Sabtu (20/2).

Tim 1 Paniki pimpinan Iptu Djody Koyuk yang kebetulan sedang melakukan patroli malam, mendapat laporan dari SPKT Polresta Manado tentang adanya tindak pengancaman tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Tim berhasil membekuk Pelaku Cerry yang sedang membawa mikro di depan Mantos dan ditemukan senjata tajam pelaku sebuah pisau besi putih. Pelakupun dibawa ke Polresta Manado untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Manado AKP. Agus Marsidi mengatakan bahwa pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Pelaku telah dibekuk oleh Tim Paniki, saat ini telah diserahkan kepada penyidik untuk proses hukum selanjutnya.” Kata Marsidi. Sementara FW mengaku kesal dengan perbuatan pelaku dan meminta petugas untuk menindak tegas. (ekaputra)