IKLAN

Tidak Hanya Dianiaya Majikan, Dua Gadis Asal NTB Ini Juga Tidak Diberi Gaji


IMG-20160608-WA0025

Kedua korban penganiayaan saat melapor ke Polresta Manado. (Foto ist)

MANADO – Kasus penganiayaan kembali terjadi di Kota Manado. Kali, dua warga pendatang yang berasal dari Nusa Tenggara Barat yaitu Erna Susanti (16) dan Rodatul Ainin (18) dianiaya oleh seorang berinisial ID alias In Warga Kelurahan Istiqlal Kecamatan Wenang yang merupakan majikannya.

Saat diwawancarai sejumlah media di Polresta Manado, Erna salah satu korban, mengaku nekat keluar dari rumah majikannya pada selasa (07/06) dini hari, sekira Pukul 04.00 WITA, karena sering disiksa.

Diketahui, Ia bersama sepupunya yakni Rodatul, pada tahun 2014 silam, dijemput langsung oleh Sang majikan didesa NTB, keluarga merelahkan untuk merantau mencari nafkah. “Saat bekerja kami berdua bekerja sesuai yang ditugaskan oleh majikan kami. Dimana saya sebagai babby sitter dan sepupu saya merangkap sebagai tukang masak,” ujar dia.

Menurut dia, dari mulai bekerja sering mendapatkan perlakukan tidak adil dari majikan. jika melakukan pelanggaran sekecil apapun, tetap saja mendapat pukulan dari majikan, bahkan upah dari hasil kerja tidak perna dipegang. “Kami berdua tidak pernah memegang gaji kami. Menurut bos (majikan), gaji kami sudah dikirim kepada kedua orangtua namun tidak kami ketahui berapa uang yang dikirim.” Ungkap dia didampingi sepupunya saat berada di Mapolresta Manado.

Nah, pada selasa (07/06) terjadi pelemparan batu di rumah majikan. Saat itu, sang majikan langsung menuduh kedua gadis itu bersekongkol dengan pelaku untuk melempari kaca rumah. Mesti terus menyangkal tuduhan itu, terus saja dipukul oleh majikan. “Karena tidak tahan kami pergi keluar dari rumah majikan,” terang dia.

Beruntung ada orang baik yang menolong kedua gadis tersebut setelah mendengar keluhan mereka dan dibawa ke Polresta Manado.

Sementara itu, diketahui pelaku mempunyai tokoh di kawasan Pasar 45 Manado. Saat melakukan konfirmasi, pengawas tokoh tersebut membenarkan adanya dua gadis tersebut. “Tapi masalah sudah diselesaikan di Mapolresta Manado. Saat ini pemilik tokoh tidak berada di tempat,” terang dia.

Pantauan, Selasa (07/06) Pukul 22.30 Wita kedua gadis tersebut keluar Mapolresta Manado. Dan rencananya akan diterbangkan ke NTB, pada Rabu (08/06) Pukul 10.00 Wita. (ekaputra)