IKLAN

Terus Antisipasi Pecandu Narkoba Terinfeksi HIV-AIDS, KPAP Sulut Gelar Pertemuan Pokja Harm Reduction


image

Pengelola Program KPAP Sulut, Jones Oroh saat membawa pemaparan

MANADO – Percepatan bertambahnya kasus HIV dan AIDS disebabkan salah satunya oleh penggunaan jarum suntik bersama diantara pengguna narkoba. Hal ini patut diwaspadai agar HIV-AIDS tidak menyebarluas di masyarakat. Untuk terus mengantisipasinya, Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulawesi Utara bertempat di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov Sulut pada Kamis (20/8) menggelar pertemuan membahas program Harm Reduction atau pengurangan dampak buruk penggunaan narkoba suntik bersama Direktur Narkotika Polda Sulut, Kepala BNN, Kadis Sosial, Kanwilkumham, Dokkes Polda, Dinkes, Direktur LSM Bunga Bakung, LSM LKKNU dan Persaudaraan Korban Napza (PKN) Sulut.

Sesuai penjelasan Pengelola Program KPAP Sulut, Jones Oroh dalam paparan materinya di hadapan peserta, peningkatan kasus HIV-AIDS salah satunya berasal dari kelompok pengguna napza suntik karena itu perlu terus diseriusi. “Program Harm Reduction merupakan program WHO yang diadopsi negara-negara yang sedang mengalami peningkatan kasus HIV-AIDS termasuk Indonesia. Ada 12 program diantaranya penyebaran informasi komunikasi dan edukasi, pemeriksaan HIV-AIDS, rehabilitasi dan layanan alat jarum suntik steril,” urai Oroh. Menurutnya semua program ini mesti dikawal oleh lintas sektor terkait seperti BNN, Polda, Dinas Sosial, Kanwilkumham dan LSM serta tokoh agama agar masyarakat umum terhindar dari HIV-AIDS dan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu Direktur Yayasan Bunga Bakung yang juga Ketua Brigade Manguni Sulut Pdt Hanni Pantouw, menyatakan pihaknya sangat mendukung program pemerintah untuk meminimalisir penyebaran HIV-AIDS melalui kelompok pecandu narkoba. “Kami juga melakukan program bagi para pecandu narkoba dalam bentuk rehabilitasi dan konseling. Koordinasi dengan pihak terkait termasuk KPAP Sulut terus dilakukan. Semua ini untuk menyelamatkan anak bangsa dari HIV-AIDS dan narkoba. (antoreppy)