IKLAN

Terungkap Perusahaan Tak Beli Captikus


Kapolres Minsel AKBP Arya Persana SH SIK MSi.

AMURANG– Akhirnya kekhawatiran para petani captikus, karena hasil olahan tak dibeli pihak perusahaan, terungkap.

Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana, SH SIK MSi menjelaskan akar permasalahan sehingga cap tikus milik petani tak dibeli pihak perusahaan lantaran pihak perusahaan tersandung pidana cukai.

“Jadi ini murni masalah cukai, dan ini harus dijelaskan kepada masyarakat,” terang Kapolres tadi pagi Rabu (6/12/2017).

Makanya Perdana meminta segenap personil untuk turun langsung menjelaskan akar permasalahan kepada warga masyarakat.

“Persoalan ini jangan dibuat berlarut-larut karena berkaitan langsung dengan stabilitas kamtibmas serta kebutuhan ekonomi banyak orang,” seru Perdana.

Makanya Perdana menginstruksikan seluruh personil agar turun langsung menjelaskan akar permasalahan kepada masyarakat, jangan sampai ada kesalahpahaman apalagi isu-isu provokatif.

Sebagaimana diketahui aksi unjukrasa petani cap tikus ke Kantor DPRD Minsel untuk menyampaikan keluhan bahwa tidak ada lagi pabrik yang mengambil hasil olahan cap tikus petani.

Hal tersebut tentunya berpengaruh terhadap kondisi ekonomi para petani.

“Jadi sekali lagi terhentinya pembelian cap tikus ini disebabkan karena sejumlah pengusaha pabrik pengolahan tersandung pidana cukai, jadi ini murni masalah cukai, agar dijelaskan ke masyarakat,” terang Kapolres lagi.

Sementara itu Kasat Intelkam Polres Minsel AKP Karel Tangay, SH, mengungkapkan kegiatan transaksi pembelian cap tikus antara pihak perusahaan dengan petani captikus  menunggu proses hukum pada rangkaian penyidikan pihak Kantor Bea Cukai.

“Ada beberapa pengusaha pabrik olahan cap tikus yang tersandung pidana cukai terkait dengan pasal 52 dan 54 Undang-undang nomor 39 tahun 2017 tentang Cukai,” jelasnya.

Makanya lanjut Tagay, untuk kelanjutan proses kegiatan pembelian cap tikus ini masih menunggu proses hukum dalam rangkaian penyidikan pihak Kantor Bea Cukai.

“Kami minta supaya warga bersabar, dan jangan terprovokasi dengan isu-isu dan senantiasa menjaga stabilitas kamtibmas. Sebab masalah keamanan sangat penting” AKP Karel. (Vie)