IKLAN

Terungkap!! Fakta Menarik The 29th ACDM dan Bulan PRB 2016 di Manado


Ilustrasi

Ilustrasi/BNPB

MANADO– Kepala Pusdiklat Penanggulangan Bencana RI dr Bagus Tjhajono M.P.H mengatakan target utama peringatan bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Nasional dan Asean Ministerial Meeting On Disaster Management (AMMDM) serta Asean Comite On Disaster Meeting ( ACDM ) 2016 adalah penanggulangan dan pencegahan resiko bencana dengan beberapa giat.

Menariknya, diagendakan beberapa kegiatan bermanfaat yakni, seminar kajian-kajian tentang resiko penanggulan bencana, gelar relawan dan rally dari Manado ke Tondano, bersih -bersih sungai/pantai, penanaman terumbu karang, penanaman mangrove dan pameran.

“Semua yang berhubungan dengan resiko bencana, serta ada penghargaan bagi institusi atau individu yang berkontribusi tinggi tentang penanggulangan bencana,”jelas Tjhajono saat rapat koordinasi terakhir kesiapan acara puncak di
ruang CJ Rantung Kantor Gubernur, Jumat (7/10).

Diketahui PRB, AMMDM serta ACDM di Manado 11-14 Oktober 2016 mendatang, akan dibuka Presiden RI Joko Widodo. Dihadiri 10 pejabat setingkat Menteri dan delegasisi 50 orang dari Negara-Negara ASEAN dan negara peninjau dari Amerika, Australia, Jepang dan New Zealand.

“Pesertanya pengalaman setahun terakhir sekitar 3000 orang. Mungkin di Manado akan lebih lagi,”ungkapnya serius.

Kenapa kegiatan the 29th ACDM dan Bulan PRB 2016 di Manado? Faktanya…

Tjhajono beralasan, ini perlu digalakkan karena Indonesia adalah Negara rawan bencana apalagi di Manado, Sulut.

Sulut rawan bencana yakni tanah longsor, banjir. “Kalau masyarakatnya tahu dan ada budaya bahayanya resiko bencana, maka itu akan menggurangi resiko terkena bencana. Apalagi Manado ini sekarang banyak di kunjungi oleh wisatawan asing (Wisman). Mereka senang dan aman serta nyaman karena yang dikunjunginya siaga akan bencana,”kata Tjhajono.

(srikandi/hm)