IKLAN

Masalah Kebersihan Tak Lagi di Dinas, Ini Curhat Sopir Sampah (II)

“Tersiksa Selama 1,5 Tahun, Minta Tambahan Uang BBM Dicatat Utang Berbunga”


Masalah Kebersihan Tak Lagi di Dinas, Ini Curhat Sopir Sampah (II)

Sopir truk pengangkut sampah saat mengadu ke DPRD Manado, Juni lali

Sopir truk pengangkut sampah saat mengadu ke DPRD Manado, Juni lali

MANADO – Pemberlakuan pemotongan uang BBM/service kendaraan  per bulan dialami para sopir truk pengangkut sampah di Kota manado ternyata lumayan lama.

Kurang lebih 1,5 tahun sejak 2014 mereka menahan kegusaran karena belum sebulan uang BBM/service kendaraan jatah dari Dinas Kebersihan sudah habis.

Kalaupun mereka melaporkan meminta penambahan, oleh Dinas Kebersihan mencatat sebagai pinjaman dan berbunga. Tak jarang juga para sopir harus menggunakan duit pribadi.

“Sejak 2014 kami menderita. Karena yang diberikan tidak sesuai jatah, terpaksa kami harus meminjam jika dalam sebulan uang BBM habis. Biasa pakai duit sendiri tapi jarang diganti,” kata Sater Bopeng, koordinator  sopir truk pengangkut sampah di Kota Manado.

Kekecewaan mereka itu akhirnya capaik titik klimaks. Menahan siksa sejak 2014, tepat bulan Mei 2016, mereka pun terpaksa harus mengadu ke DPRD Manado.

Setelah difasilitasi oleh para wakil rakyat, puluhan sopir truk pengangkut sampah yang tersebar di Kota Manado pun akhirnya bisa bernafas lega. “Sekarang sudah setelah kami mengadu ke dewan bulan Mei lalu. So aman karena urusan kami masalah kebersihan tidak lagi di Dinas Kebersihan, sudah diserahkan ke kecamatan,” pungkas Sater. (antoreppy)

 

 

Manado Fiesta 2017