IKLAN

Terkait Status Honor, Wali Kota Ingatkan Guru Jangan Dibodohi Karena Kepentingan Politik


Wali Kota GS Vicky Lumentut saat berdialog dengan sejumlah guru honorer se Kota Manado

Wali Kota GS Vicky Lumentut saat berdialog dengan sejumlah guru honorer se Kota Manado

MANADO – Momen Hari Guru 25 November 2015 langsung dimanfaatkan para guru honorer untuk bertemu Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut, Selasa (24/11). Bertempat di Rumah Pintar kawasan Bahu Malalayang, para ‘Oemar Bakrie’ ini mengadukan impian mereka untuk segera berstatus PNS.

Tak hanya itu, mereka juga curhat seputar peningkatan kesejahteraan, hak, upah atau gaji para guru kontrak di Kota Manado.

GSVL, sapaan Wali Kota sendiri menyambut baik dan mengapresiasi niat para guru honorer menyampaikan unek-unek mereka dengan berdialog. “Soal pengangkatan

Sejumlah guru hionorer foto bersama Wali Kota GS Vicky Lumentut dan Kadis Diknas, Corry Tendean di Hari Guru 24 November 2015

Sejumlah guru hionorer foto bersama Wali Kota GS Vicky Lumentut dan Kadis Diknas, Corry Tendean di Hari Guru 24 November 2015

status CPNS dari tenaga honor, itu merupakan kewenangan pemerintah pusat baik dari Kementerian Depdagri dan Kementerian PAN-RB,’ jelas GSVL didampingi Kadis Diknas Manado, Corry Tendean.

Dia mengingatkan jangan sampai ada guru yang mudah dibodohi dengan dijanjikan sesuatu yang tak boleh hanya karena kepentingan politik. Sebab menurutnya, tidak ada pejabat daerah atau Wali Kota pun yang bisa menjamin seseorang untuk menjadi PNS.

“Sedangkan sopir saya sendiri sudah beberapa kali ikut tes CPNS kategori honor K2 tidak lolos-lolos dan diangkat PNS,” kata GSVL. Menurutnya, itu karena hasil tes penjaringan PNS baik untuk umum maupun kategori honor daerah saat ini begitu sulit tingkat kelulusannya karena ada aturan dan ketentuan yang diberlakukan.

“Sehingga kami tidak punya kewenangan soal itu, hanya bisa berharap para honor untuk bersabar, banyak berdoa dan berusaha meningkatkan kecerdasan masing-masing. Karena yang pasti, kalau kita sudah digariskan Yang Maha Kuasa jadi PNS, itu tak ada seorangpun yang bisa menghalanginya,” terang GSVL.

Untuk itu, GSVL berharap jangan memaksakan kehendak kalau belum atau bukan hak atau milik kita. “Kalau soal berkas kelengkapan dokumen seperti surat pernyataan memang sebagai tenaga honorer, silakan masukan dan saya bantu tanda-tangan. Tapi bukan seputar janji menjadikan PNS, tak ada pejabat di daerah yang berani meloloskan seseorang jadi pegawai,” tegas GSVL. (antoreppy)