IKLAN

Terkait Lahan Eks Kampung Texas, DPRD Kota Manado di Demo


AKSI: Aliasi Adat Minahasa, saat menggelar aksi menuju kantor DPRD Kota Manado. (foto:mejkel/manadoline)

AKSI: Aliasi Adat Minahasa, saat menggelar aksi menuju kantor DPRD Kota Manado. (foto:mejkel/manadoline)

MANADO – Ratusan massa dari berbagai element masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Minahasa mengepung gedung DPRD Kota Manado, terkait lahan eks kampung texas, Senin (15/06).

Ratusan massa itu datang dari arah lapangan Tikala, menuju DPRD Manado dengan berjalan kaki. Selama perjalanan mereka berorasi diiringi teriakan sembongan khas Minahasa “I Yayat U Santi”.

Koordinator lapangan Wellem Sigar, mengatakan bahwa tujuan aksi Aliansi Masyarakat Minahasa untuk meminta pemerintah mengembalikan fungsi lahan eks kampung texas sebagai taman religi.

Aksi di kantor DPRD Kota Manado

Aksi di kantor DPRD Kota Manado

“Kembalikan lahan eks kampung texas pada fungsi sesungguhnya sebagai taman religi. Ada bangunan yang sudah menguasai sebagian dilahan tersebut dan itu harus dibongkar,” kata Wellem dalam orasinya.

Dalam aksi itu mereka diterima oleh sejumlah anggota DPRD Kota Manado diantaranya Roy Maramis, Hengky Kawalo, Benny Parasan dan Revani Parasan.

Situasi aksi sempat memanas, karena keinginan Aliasi Adat Minahasa untuk bisa masuk dalam ruang paripurna hanya diperbolehkan perwakilan saja. Namun, setelah terjadi negosiasi akhirnya mereka dipersilakan masuk tanpa ada perwakilan. “Kami minta masuk semua, tidak ada perwakilan,” teriak para pendemo.

Pertemuan dalam rapat paripurna tersebut dipimpin oleh anggota DPRD Kota Manado Benny Parasan. Aksi tersebut diikuti oleh Aliasi Adat Minahasa yang terdiri dari Makapetor dan Makatana Minahasa. (christian)