IKLAN

Terindikasi Terjadi Perbudakan, Komisi A Sorot Kinerja Disnakertrans


Daftar nama karyawan yang di berhentikn dengan alasan dirumahkan, dan jumalah pesangon yang harus dibayar

Daftar nama karyawan yang di berhentikn dengan alasan dirumahkan, dan jumalah pesangon yang harus dibayar

BITUNG-Pengakuan menarik disampaikan oleh karyawan PT. Indo Hong Hai yang di berhentikan sepihak oleh pihak perusahaan, bahwa mereka diharuskan bekerja pada tiga perusahaan yang berada dalam satu area yakni PT. Indo Hong Hai (Pabrik Es), PT. Atlantik Sentosa (Perusahaan Eksport) dan PT. Lautan Buana Sentosa (Bergerak di bidang Perkapalan).

 

“Kami bingung, tidak tahu terdaftar diperusahaan mana ? kami bekerja di PT. Indo Hong Hai, tetapi ketika ada kapal masuk, kami harus kerja membongkar muatan kapal milik PT. Lautan Buana Sentosa dan diharuskan juga bekerja pada PT. Atlantik Sentosa untuk barang yang akan dieksport, sedangkan gaji kami dibawah UMP, tetapi mau bagaimana lagi kami butuh pekerjaan,” keluh para karyawan dalam rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Kota Bitung dengan PT. Indo Hong Hai, PT. Atlantik Sentosa, PT. Lautan Buana Sentosa, Disnakertrans Kota Bitung dan Kodim 1310 Bitung, di gedung A ruang sidang DPRD Kota Bitung, Senin (22/6).

 

 

“Pak, saya diminta oleh Lim Wen Chung owner PT. Indo Hong Hai, untuk menghitung jumlah pesangon yang harus dibayar kepada 19 karyawan, karena perusahaan akan ditutup alasannya perusahaan rugi. Saya sudah menyampaikan rincian pembayaran pesangon tersebut, tetapi anehnya muncul putusan baru dari pihak perusahaan setelah diskusi dengan pihak Disnakertrans tanpa melibatkan karyawan bahwa para pekerja hanya dirumahkan dan akan dibayar 25% gajinya. Mengenai tenaga kerja baru disemua bidang, pihak Disnaker tahu itu,” ungkap Sulfanny Jamis, HRD PT. Indo Hong Hai.

 

Pengakuan ini, membuat peserta rapat sangat terkejut. “Ini sudah jelas terjadi perbudakan tenaga kerja di tiga perusahaan tersebut, saya minta pihak Disnakertrans bisa melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang ada di Kota Bitung,” kata frangky Julianto, anggota Komisi A Dekot Bitung, dengan nada tinggi.

“Mengaku perusahaan besar, tetapi bayar gaji karyawan dibawah UMP, perusahaan apa ini ?! apalagi tiga perusahaan dibawah satu atap, saya minta Disnakertrans memperhatikan hal ini, usut perusahaan tersebut !,” tegas¬†Victor Tatanude, ketua Komisi A Dekot Bitung.

 

Sementara itu pihak Disnakertrans mengaku bahwa perjanjian dengan ketiga perusahaan tersebut, selama karyawan dirumahkan tidak akan menerima karyawan baru, dan akan membayar 25% gaji mereka. Masalah tenaga kerja baru, pihak Disnaker tidak tahu sama sekali.

“Perusahaan yang terdaftar di Kota Bitung ada 504, sedangkan tenaga pengawas di Disnakertrans hanya 4 orang,” kata Kadisnakertrans.

 

Hasil rapat tersebut, DPRD Kota Bitung memberikan rekomendasi kepada pihak ketiga perusahaan untuk segera membayar HAK karyawan yang dipekerjakan dalam batas waktu tiga hari. Kepada pihak Disnakertrans Kota Bitung, agar memperketat pengawasan terhadap PT. Indo Hong Hai. (jones)

 

Manado Fiesta 2017