IKLAN

Terhipnotis Batu, Industri Kerajinan Tangan Sulut Terkikis


MANADO- Peralihan selera pasar di masyarakat banyak beralih ke bisnis batu akik. Pantauan www.manadoline.com beberapa bulan terakhir sampai sekarang banyak terhipnotis, sehingga pelaku sektor industri kreatif khusus kerajinan tangan semakin terkikis.

RAMAI: Batu akik dijual hampir pada badan trotoar di dekat taman kota 45 Manado, Rabu (9/9) (foto:Kandi/manadoline)

RAMAI: Batu akik dijual hampir pada badan trotoar di dekat taman kota 45 Manado, Rabu (9/9) (foto:Kandi/manadoline)

Pimpinan sektor industri kreatif “Gian Art” khusus pengelola bahan dasar batok kelapa, Gian Mansa tak menampik kondisi sekarang. Bisnis batu akik tidak selamanya dalam artian hanya mengikuti masa.

“Kita sebagai pengrajin tekuni saja apa yang ada dikembangkan, tidak terpengaruh dengan keadaan pasar, batu-batu yang di pasarkan tak disadari merusak lingkungan karena banyak diperjualbelikan di trotoar dan lorong-lorong,”terang Mansa, Rabu (9/9).

Sektor industri kreatif "Gian Art" menggunakan bahan dasar batok kelapa, (foto:Kandi/manadoline)

Sektor industri kreatif “Gian Art” menggunakan bahan dasar batok kelapa semakin terkikis dikalangan masyarakat, (foto:Kandi/manadoline)

Salah satu warga Manado Jeisy Thomas guru honorer di SMA 3 Manado ini mengatakan, sangat pengaruh karena warga mengikuti trend.”Ya karena sekarang batu akik lagi membuming, jadinya kerajinan tangan kita misalnya dari bahan batok kelapa otomatis sudah banyak dilupakan warga,”kata Jeisy. (srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017