IKLAN

Terdakwa Penusuk Kemaluan Dengan Kayu Dituntut 10 Tahun Penjara


Ilustrasi.

Ilustrasi.

MANADO – Sidang kasus kekerasan seksual terhadap seorang gadis asal Kota Manado berinisal Ag (15) dengan terdakwa FS alias Nandito kembali digelar di Pengadilan Negeri Manado. Terdakwa dituntut 10 tahun penjara oleh JPU Mita Ropa di Hadapan mejelis hakim yang diketuai oleh Alfi Usup pada Rabu (29/06).

Oleh Jaksa Penuntut Umum, terdakwa dikenakan pasal berlapis yaitu, dijerat Pasal 81 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sebelumnya pada Sidang Dakwaan, JPU menjelaskan bahwa ketika itu pada pukul 21.00 Wita. Korban berada di rumah kakeknya dan terdakwa menghubungi korban melalui handphone dan meminta untuk bertemu. Korban menolak ajakan terdakwa dengan alasan sudah punya pacar.

Pada saat korban hendak ke rumahnya, melewati rumah makan Chinese Food tiba-tiba lelaki Noskar Natingkase (terdakwa berkas terpisah) memanggil korban dan mengatakan apakah korban kenal seorang tante, korban katakan tidak kenal. Di saat itu, sekilas korban melihat terdakwa Nandito lari bersembunyi.

Korban lalu ke rumah, dan keluar lagi sekitar pukul 23:00 WITA melewati tempat yang sama yaitu rumah makan Chinese Food. Di saat itulah kejadian naas menimpa dirinya, dimana lelaki Noskar Natingkase dari arah belakang datang membekap mulut korban dan menariknya ke tempat alat-alat rusak dilanjutkan dengan memukulkan kayu ke leher korban.

Tak puas, Noskar Natingkase kemudian memukul kemaluan korban berulang-ulang kali hingga korban sempoyongan. Dalam keadaan tak berdaya, terdakwa Nandito lalu langsung melucuti celana korban dan menyetubuhi korban. Seusai itu, Noskar Natingkase melakukan hal yang sama terhadap korban.

Parahnya seusai memperkosa korban, kedua lelaki bejat itu juga menusukkan kayu ke kemaluan korban, lalu korban diletakkan begitu saja di halaman pameran Stemp Kota Manado dalam keadaan tak sadarkan diri. Akibat perbuatan keji itu, Nandito akhirnya diseret ke kursi pesakitan untuk diadili berdasarkan peraturan hukum yang berlaku. (ekaputra)

 

Manado Fiesta 2017