IKLAN

Kasus Penggelapan Uang Nasabah Bank BNI

Terbukti Bersalah, Maikel Mamengko Hanya Divonis 1,6 Tahun Penjara


Kasus Penggelapan Uang Nasabah Bank BNI

12552718_1285925188100340_6924645992854402275_n

Maikel Mamengko saat akan menerima putusan dari Majelis Hakim. (foto ist)

MANADO – Maikel Mamengko Mantan Kepala Tim Khusus (Katimsus)  akhirnya di vonis bersalah oleh Majelis Hakim yang diketuai Veralinda Lihawa, pada Senin (11/01) di Pengadilan Negeri Manado. Kasus ini bergulir di Pengadilan karena terdakwa bersama rekan-rekannya Hendra Yacob, Wahyudi, Juhadi, Braytner Harikadua , Jefriy Mantong, Arthur Mononutu, Febri Supandi, Roby Lapian dan Irene Tajoh, yang menggelapkan barang bukti milik BNI pada 10 Januari 2014, sekitar pukul 22.00 Wita, di Perumahan Taman Mapanget Raya Kima Atas Kecamatan Mapanget hingga di halaman Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulut Kota Manado. Berawal pada tanggal 2 Januari 2014, Jolly Mumek membawa lari uang BNI Cabang Manado sebesar Rp 7.728.300.000 yang diisi dalam koper. Selanjutnya pada tanggal 3 Januari, terdakwa bersama anggotanya menangkap Jolly di Perumahan Tamara Desa Kima, barang bukti yang tersimpan dalam mobil terios sebanyak lima koper.

Namun, hanya tiga koper saja yang tersisa kemudian didokumentasikan sebagai barang bukti. Kemudian terdakwa Maikel, bersama Jefri dan Hendra Yacob melakukan pembicaraan untuk menyisihkan uang sebesar Rp 2 Miliar yang kemudian uang itu dimasukkan ke dalam mobil fortuner dan dibawah oleh saksi Maikhel. Terjadilah pertemuan antara Hendra Yacob dengan Maikel, terjadilah pembicaraan mengenai uang Rp 2 Miliar yang disisihkan Maikel dengan rincian Rp 800 juta kepada anggota Timsus, Rp 200 juta pada tim penyidik serta Rp 1 Miliar ke Yudar Lululangi. Perbutan tersebut, membuat Maikel dicopot dari keanggotaan Polri.

Maikel terbukti bersalah dan turut serta menggelapkan uang Nasabah Bank BNI senilai Rp2 miliar. Dirinya pun harus mendekam di penjara selama 1,6 tahun dan membayar uang pengganti sebesar Rp40 juta lebih. Sandaran putusan hakim berdasarkan Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP. (ekaputra)