IKLAN

Tekad BNNP Sulut, Sekolah di Manado Bebas Narkoba


dr. Cintami dan Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sulut, Sam Repy saat mensosialisasikan bahaya narkoba di depan ratusan siswa SMAM uhammadyah Manado

dr. Cintami dan Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sulut, Sam Repy saat mensosialisasikan bahaya narkoba di depan ratusan siswa SMAM uhammadyah Manado

MANADO – Sekolah merupakan lingkungan awal yang rawan disusupi narkotika. Mengingat, lingkaran peredaran obat-obat terlarang ini sasarannya adalah anak-anak di usia remaja yang masih mencari jati dirinya.

Tak heran, jika Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut tak henti-hentinya menjadikan lingkungan sekolah di Kota Manado sebagai salah satu sarana mensosialisasikan tentang bahaya narkoba.

Seperti Jumat (11/9), BNNP Sulut mengadakan kegiatan sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pembrantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di SMA Muhammadyah, Manado. Kegiatan berjalan baik dan lancar diikuti kurang lebih 100 siswa.

Ratusan siswa ini terlihat antusias mendengarkan pemaparan dr. Cintami selaku narasumber tentang dampak dari seseorang pengguna narkoba. “Narkoba dapat merusak disiplin,” katanya.

Motivasi yang sangat penting bagi pelajar, yakni upaya memberantas narkoba. Karena meskipun sering dilakukan sosialisasi namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan Narkoba dari kalangan remaja, orang dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP.

“Mereka yang terkena narkoba di sekolah umumnya berawal dari merokok, kemudian meningkat dengan coba-coba mengisap/mengkonsumsi ganja, berlanjut memakai sabu-sabu sampai narkoba jenis lainnya,” katanya.

Oleh karena itu, dr. Cintami berharap, sekolah mempunyai peranan penting selain hal mendidik. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitik beratkan pada anak usia sekolah..

“Melalui kegiatan ini diharapkan siswa-siswi serta guru-guru yang ada dapat memahami dan mengerti tentang bahaya narkoba, dengan begitu mereka tidak terjerumus kedalam penyalahgunaan narkoba sehingga Sekolah menjadi lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan Narkotika,’’ ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sulut, Sam G Repy, menambahkan, BNN RI saat ini telah menyelenggarakan program “Rehabilitasi 100 Ribu Pengguna Narkoba Se-Indonesia”.

Program rehabilitasi ini merupakan perintah langsung Presiden RI, Joko Widodo. Ini tidak hanya menjadi tugas BNN tetapi juga kementerian terkait. “Program Rehabilitasi tidak hanya pelayanan medis tetapi juga pelayananpsikis (rawatjalan), Untuk itu dibutuhkan peran besar dari Seluruh Masyarakat,” tegasnya sambil memintasiswa dan guru-guru agar menghubungi kantor BNN, BNNP dan BNNK serta Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang ada di Sulawesi Utara jika mengetahui ada penyalahgunaan Narkoba di lingkungan sekitarnya. (antoreppy)

 

 

Manado Fiesta 2017