IKLAN

2 Korban Diduga Warga Maumbi

Tawuran Kembali Pecah di Mahakeret Barat


2 Korban Diduga Warga Maumbi

Jalan yang dijadikan arena tawuran, dipasang pagar pembatas oleh warga.

Jalan yang dipasang pagar pembatas oleh warga, untuk mengantisipasi tawuran antar kelompok

MANADO – Tawuran antar pemuda kembali terjadi di Mahakeret Barat, Jumat, (13/02) pukul 05.30 Wita, tempat di depan SD Negeri 44 Manado di jalan Diponegoro 10. Kendati hari sudah menjelang pagi, dua kelompok pemuda dari lingkungan 1 dan 3 saling serang dengan menggunakan panah wayer dan senjata angin.
Menurut sejumlah warga, aksi tawuran tersebut membuat warga merasa tidak nyaman, apalagi dilakukan saat warga mulai melakukan aktivitas dipagi hari.
“Dorang baku perang, somo amper siang. Pake panah wayer deng senjata angin,” ujar sejumlah warga kepada manado line.
warga menduga, aksi saling serang ini tidak hanya melibatkan orang kampung, akan tetapi warga dari luar kelurahan Mahakeret ikut terlibat dalam tawuran ini.
“Torang tau ada dua orang dari Maumbi. Dua orang itu yang kenah panah wayer di kaki,” terang mereka.
Aparat kepolisian bersama dengan anggota TNI, yang tiba dilokasi tawuran tidak sempat menangkap para pelaku tawuran kerena keburu kabur. Bahkan, rumah satu warga menjadi sasaran aksi tawuran tersebut dengan merusak pintu pagar. “So keterlaluan dorang. torang pe pagar sampe rusak dorang dobrak,” ungkap Ibu Marie, kepada manado line dengan nada kesal. (christian)