IKLAN

Kedepankan Nilai Religi, Apresiasi Semua Acara Adat Tulude di Manado

Tanggapi Pernyataan Ketua IKISST, Ini Jawaban Wawali Tak Hadir Tulude di Taman Berkat


Kedepankan Nilai Religi, Apresiasi Semua Acara Adat Tulude di Manado

Wawali Harley Mangindaan bersama istri Seyla Kudati menghadiri acara Pesta Adat Tulude digelar jemaat Diaspora Karame, tadi malam

Wawali Harley Mangindaan bersama istri Seyla Kudati menghadiri acara Pesta Adat Tulude digelar jemaat Diaspora Karame, tadi malam

MANADO— Pernyataan Ketua Ikatan Keluarga Indonesia Sanger, Sitaro dan Talaud (IKISST), Agus Tahendung yang mempertanyakan ketidakhadiran Wakil Wali (Wawali) Kota Manado, Harley Mangindaan saat puncak acara Adat Tulude dan Gebyar Seni dan Budaya Nusa Utara di Taman Berkat Boulevard Manado tadi malam (Sabtu 31/1) langsung ditanggapi Ai, sapaan akrab Wawali Manado ini.

Kepada wartawan www.manadoline.com pagi tadi, Ai mengaku acara Tulude di Taman Berkat dirinya juga sedang menghadiri sykuran Tulude yang digelar Jamaat Diaspora Karame. “Jam penyelenggaraannya sama. Panitia bawa langsung undengan kepada saya,’’ kata suami tercinta Seyla Mangindaan-Kudarti ini.

Tidak ada niat dirinya enggan menghadiri perayaan Tulude yang digelar di Taman Berkat, Boulevard. Sebab menurut Ai, semua acara Tulude di Kota Manad pihak panitianya menginginkan pemerintah hadir, terlebih Wali Kota dan Wawali. “Jadi saya harus pintar-pintar berbagi waktu. Rata-rata penyelenggaraannya sama, tidak mungkin semua bisa dihadiri Pak Wali dan saya,’’ ujar putra mantan Gubernur Sulut, E.E Mangindaan yang saat ini sebagai anggota DPR-RI.

Wawali Harley Mangindaan dan istri Seyla Kudati ikut masamper dengan warga Nusa Utara

Wawali Harley Mangindaan dan istri Seyla Kudati ikut masamper dengan warga Nusa Utara

Meski begitu, dirinnya menyatakan apresiasi tinggi gebyar pesta Adat Tulude yang berlangsung di Taman Berkat, Boulevard. “Semua acara Tulude di Manado mengedepankan nilai-nilai religi untuk bersyukur kepada Tuhan atas apa yang di rasakan tahun sebelumnya dan memohon bimbingan Tuhan di tahun ke depan,’’ pungkas Ai sambil berharap acara Tulude ini menjadi perekat warga Nusa Utara.

Pesta Tulede yang digelar Jemaat Diaspora Karame dipimpin Pendeta Yudi Tunari, STh ini ikutn pula dihadiri sejumlag warga Nusa Utara muslim. Wawali bersama istri pun diajak masamper bersama. “Nuansa religinya sangatb kental. Warga Nusa Utara muslim pun ikut berbaur,” kunci Ai. (anto reppy)