IKLAN

Tambang Emas, Jadi Kendala Penyelesaian Tapal Batas Bolmong-Bolsel


MANADO-Upaya DPRD Sulut tepatnya Komisi I membidangi Hukum dan Pemerintahan  untuk berupaya menyelesaikan masalah tapal batas antara Bolmong dan Bolsel belum membuahkan hasil.

ALOT: Suasana hearing antara Komisi I dengan Pemkab Bolmong, Bolsel, DPRD mengenai masalah tapal batas

ALOT: Suasana hearing antara Komisi I dengan Pemkab Bolmong, Bolsel, DPRD mengenai masalah tapal batas.

Ini dibuktikan, Rabu (15/6) Komisi I mempertemukan DPRD Bolmong dan DPRD Bolsel serta ikut hadir Wakil Bupati Bolmong Yani Tuuk dan Wakil Bupati Bolsel Iskandar Kamaru tidak juga memecahkan persoalan tapal batas.

Pemerintah Kabupaten Bolmong dan DPRD bersikeras bahwa tapal batas dua daerah hasil pemekaran ini adalah Lolayan dan Pinolosian sesuai dengan itum-itum ( perjanjian adat).

Sementara pihak Pemkab Bolsel dan anggota DPRD bertahan bahwa tapal batas Bolmong dan Bolsel berpatokan dengan UU No 30 tentang pemekaran.

Yani Tuuk Wakil Bupati Bolmong, sudah  banyak cara telah dilakukan tetap saja tidak bisa menyelesaikan persoalan tapal batas.

” Persoalannya masalah ini tidak kunjung selesai hanya karena persoalan adanya tambang RJBM. Kami menawarkan solusi agar dibagi dua saja supaya tidak ada yabg dirugikan,” ungkap Tuuk.

Lanjut Tuuk, jika persoalan tapal batas ini tidak akan kunjung selesai maka akan menghambat pembentukan Provinsi Bolmong Raya (PBR).

“Kami tidak mau disalahkan oleh masyarakat. Maka solusi yang saya sampaikan dalam hearing bisa menyelesaikan persoalan tapal batas,” ungkap Tuuk.

Sementara Wakil Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru menyatakan usulan yang disampaikan Yani Tuuk belum bisa diputuskan. ” Jangan terlalu terburu-buru,” kata Kamaru singkat.

Hearing ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I, Ferdinand Mewengkang, Wakil Ketua, Kristovorus D Palinggi, Sekertaris, Jeany Mumek dan anggota Komisi Jems Tuuk. (mom)

 

Manado Fiesta 2017