IKLAN

Tahanan Kabur, Kapolsek Bolaang (Bolmong) hanya Sanksi Tertulis


 

Kapolsek Bolaang AKP I Made Sumadiah (kanan) Saat Sidang Kode Etik Anggotanya Rabu (12/8). (f-yoan/manadoline)

Kapolsek Bolaang AKP I Made Sumadiah (kanan) Saat Sidang Kode Etik Anggotanya Rabu (12/8) di Aula Mapolres Bolmong. (f-yoan/manadoline)

BOLMONG – Kaburnya tahanan di Mapolsek Bolaang, berbuntut fatal. Sang Kapolsek AKP I Made Sumadiah SPd MSi, dinyatakan orang yang paling bertanggungjawab atas larinya Hadis Mamonto (29) alias Obi tahanan kasus cabul pada Rabu 5 Agustus 2015.

Karena terbukti lalai, perwira yang telah 2,8 tahun tugas di wilayah tersebut, AKP Sumadiah divonis bersalah dalam sidang kode etik yang digelar di aula mapolres, Kamis (13/8).

Namun sayangnya, vonis yang dijatuhkan kepada Sumadiah, hanya teguran tertulis di sidang pelanggaran kode etik yang dipimpin, Wakapolres Bolmong, Kompol Nanang Nugroho SIK.

“Kapolsek hanya diberikan hukuman teguran tertulis, sebab, yang bersangkutan (kapolsek) adalah seorang perwira, sehingga yang berhak menentukan sanksi beratnya adalah Polda Sulut,” tegas Kepala Seksi (Kasi) Propam Polres Bolmong, Iptu Edy Santosa, selaku penuntut sidang.

Sementara putusan yang berbeda diberikan kepada empat anggota Polsek Bolaang. Keempatnya adalah Aiptu M.L Parerungan (Kasi Humas), Bripka Harris Kader (Kanit Provos), Kanit Intel Bripka Tonny Mandagie dan seorang Polwan Bripda Ni Nyoman Andiani dijatuhi hukuman berupa mutasi bersifat demosi dan ditempatkan di tempat khusus selama 21 hari. Hukuman tersebut dijatuhi dalam sidang kode etik yang digelar, Rabu (12/8).

“Mereka divonis seperti itu karena saat kejadian mereka berempat sedang melaksanakan Piket. Sehingga dinilai lalai. Merekalah yang paling bertanggungjawab,” tandas Edi.
Sekadar diketahui Obi adalah warga Desa Lolan 2, Kecamatan Bolaang Timur, Bolmong, berhasil lolos dari tahanan polsek dengan cara menjebol atap sel. Padahal tersangka akan diserahkan ke penyidik kejaksaan untuk Tahap 2.

“Saat itu memang kami sedang duduk di penjagaan, saya, kanit provost dan kapolsek. Tidak terdengar suara apapun dari sel. Karena waktu itu alam tidak memungkinkan. Angin bunyinya sangat keras,. Tidak terdengar suara (dari dalam),” jelas Kasi Humas Polsek Bolaang Aiptu Parerungan. (yoan)

 

Manado Fiesta 2017