IKLAN

Suap Anggota DPRD Muluskan APBD, Kepala Daerah Ini Langsung Ditahan KPK


Gubernur Riau Nonaktif, Annas Maamun saat ditahan KPK, Selasa (20/1) tadi malam

Gubernur Riau Nonaktif, Annas Maamun saat ditahan KPK, Selasa (20/1) tadi malam

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun (AM) sebagai tersangka penyuapan dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perbubahan (RAPBD) dan atau RAPBD tambahan 2015. Annas sebelumnya telah menyandang status tersangka atas kasus suap alih fungsi lahan di Riau.
Wakil Ketua KPK, Bambang Widjayanto mengungkapkan, AM menyuap anggota DPRD Riau dengan inisial AK. “KPK sudah menetapkan Gubernur Riau (AM) dan AK, anggota DPRD Riau 2009-2014 sebagai tersangka kasus suap RAPBD,” ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/1).
Bambang manambahkan, Annas diduga menyuap AK selaku anggota Komisi C DPRD Riau, untuk memuluskan pembahasan RAPBD, dan atau RAPBD tambahan 2015. Menurutnya, Annas memberi serta menjanjikan sesuatu kepada AK agar usulannya diloloskan masuk pagu anggaran.
“AM diduga beri atau janjikan sesuatu kepada AK supaya usulannya diloloskan,” ujarnya.
Atas perbuatannya, Annas Maamun dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.
Sementara, AK dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Annas Maamun sebagai tersangka pada September 2014 lantaran menerima suap terkait alih fungsi lahan di Riau. Dari mantan Gubernur Riau itu, KPK menyita barang bukti uang senilai Rp2 miliar dalam bentuk dollar Singapura dan rupiah. (okz)