IKLAN

Stop Kekerasan! P2TP2A Genjot Sosialisasi dan Pengaduan


MANADO– Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) prihatin terhadap perilaku menyimpang yang meningkat setahun terakhir.

Ilustrasi

Ilustrasi

Pasalnya, dari rekapitulasi penanganan pengaduan kasus kekerasan perempuan dan anak yang ditangani oleh pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) di Sulut terjadi peningkatan kasus kekerasan perempuan dan anak dari Januari 2015-pertengahan Februari 2016, sebanyak 117 kasus yang umunya dominasi perempuan.

“Kami P2TP2A sudah bekerja sama dengan rumah sakit Bhayangkara dan Ratubuisang, pihak kepolisian, disediakan juga tempat rehabilitasi kerja sama dengan Dinas Siposial Provinsi,”ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ir Erny Tumundo MSi melalui Kasubag Perencanaan dan Keuangan Marcel Silom, SE kepada Manadoline awal pekan lalu.

Ternyata, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Sulut Meningkat

Bagi orang tua atau korban yang enggan melapor mungkin faktor malu diakibatkan terjadinya kekerasan berupa fisik, psikhis, kekerasan seksual, penelantaran istri dan anak, trafficking dan kekerasan lainnya.

Kami siap layani, karena P2TP2A merupakan wadah pusat pelayanan terpadu.

Silom menambahkan, untuk kepala lingkungan (Pala), pemerintah Kabupaten/Kota hingga Provinsi saling membantu dengan sosialisasi tentang kewaspadaan terhadap kekerasan, juga perlu adanya kerja sama pihak agama,”tutur Silom.

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) membuka untuk umum layanan dan pengaduan bisa menghubungi O8114305966 atau 08114305965. (srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017