IKLAN

Manado Terus Dililit Masalah Kemacetan

Stenly: Lahan 16 Persen Harus Dimanfaatkan, Itu Solusi


Manado Terus Dililit Masalah Kemacetan

Stenly Tamo

Stenly Tamo

MANADO – Desakan untuk terus mencari solusi terhadap masalah kemacetan pada beberapa titik jalan yang ada di Manado terus berkembang. Salah satu jalur kemacetan terparah adalah jalur jalan Piere Tendean, Sam Ratulangi dan jalan Sudirman. Jalur ini terus dilanda kemacetan parah pada waktu-waktu tertentu.
Legislator Manado Stenly Tamo, menilai perlu dibuat jalur alternatif untuk mengurai kemacetan, karena jika terus lambat mencarikan solusi ini akan makin memperparah aktivitas warga.
“Perlu dibuatkan jalur alternative untuk dapat mengurai kemacetan di Manado. Pemerintah jangan lambat mengatasi permasalahan ini, karena masyarakat semakin gerah dengan kemacetan yang makin parah,” kata Tamo, kepada wartawan www.manadoline.com.
Ketua Fraksi Hanura ini menjelaskan seharusnya pemerintah bisa memaksimalkan jalur-jalur alternatif, seperti di lahan 16 persen milik pemerintah Kota (Pemkot) Manado, di bilangan mega mas.
“Solusi lainnya adalah pemkot perlu memaksimalkan lahan 16 persen di bilangan mega mas. Ini bisa digunakan untuk rekayasa jalur penanganan kemacetan dan ini sangat signifikan untuk dapat mengurai kemacetan di Manado,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan wartawan www.manadoline.com, kemacetan terus mengepung Manado dan hamper terjadi setiap hari disaat aktivitas padat. Kawasan Boulevard, jalan Sam Ratulangi, jalan Sudirman, Pasar 45 dan kawasan pelabuhan Manado, terus dilanda kemacetan.
Sejumlah warga meminta Pemkot harus melakukan tindakan tegas dan berani untuk meminimalisir kemacetan di Manado. Perlunya memaksimalkan kendaraan bus untuk mengangkut warga, regulasi aturan dalam rangka membatasi angkutan mikrolet terkait batas usia operasi kendaraan, serta pengaturan dan tindakan terhadap parkit liar. (christian)