IKLAN

Sosialisasikan Manasik, Kemenag Undang 30 Ormas Islam


 Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama RI .Dr. Muhajirin Yanis (Tengah), Kabid (PHU)  Sulut H.Abdul azis Tegela (Kiri), H. Usran Mantow Kasi Pembinaan Haji kanwil Kemenag Sulut (Kanan)


Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama RI .Dr. Muhajirin Yanis (Tengah), Kabid (PHU) Sulut H.Abdul azis Tegela (Kiri), H. Usran Mantow Kasi Pembinaan Haji kanwil Kemenag Sulut (Kanan) (foto:Bidang PHU)

MANADO- Berbagai polemik Haji di Indonesia dipertanyakan 30 Ormas Islam KBIH, IPHI, Majelis ta’lim dan MUI pada Sosialisasi Manasik Haji Bagi Organisasi Kemasyarakatan Islam 2015.

Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama RI Dr. Muhajirin Yanis mengatakan proses pelaksanaan haji, masyarakat harus pahami regulasi haji dan persoalan-persoalan haji di Indonesia maupun di Arab Saudi.”Memang tidak dipungkiri, banyak pertanyaan kenapa orang gagal berangkat Umroh karena masalah keuangan, jadi harus pandai menanggapi apalagi masalah fisik yaitu kesehatan tetapi keunikan dari masalah tersebut pulang dari ibadah Umroh ada mujizat kesembuhan terjadi,”ungkap Yanis, diketahui sosialisasi tersebut mulai Sabtu (27/6) sampai Senin (29/6) di hotel Sahid Kawanua Manado.

30 Peserta dari Ormas Islam ikut sosialisai Manasik Haji (foto:Kandi/manadoline)

30 Peserta Ormas Islam ikut sosialisai Manasik Haji (foto:Kandi/manadoline)

Tambah Yanis didampingi Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kanwil Kemenag Sulut H.Abdul azis Tegela SE dan H. Usran Mantow Kasi Pembinaan Haji kanwil Kemenag Sulut.”Tantangan kedepan persoalan haji di Indonesia maupun di Arab Saudi secara bersama-sama saling mengingatkan dengan semboyan motto “Torang Samua Basudara” tetap terpelihara,”tuturnya. Diketahui materi manasik kebijakan pemerintah tentang haji 2015, kebijakan teknis perhajian serta permasalahannya, proses perjalanan haji gelombang pertama dan kedua, perkembangan tentang haji serta tinjauan aspek kemabruran, motivasi untuk menunaikan ibadah haji.

Haji harus dikelolah secara profesional dan seharusnya Sulut memiliki embarkasi haji agar biaya dapat diminimalisir, juga problematika perhajian di Indonesia dapat diatasi secara bersama baik melalui pemerintah maupun pihak penyelenggara,”tutur H.Anwar Sandiah mewakili Unsur PW Muhammadiyah Sulut dan Ketua FKUI Sulut, H. Abdul Azis Hullah. Manasik ditutup Kakanwil Kemenag Sulut Drs.H.Suleman,M.Pd. (srikandipangemanan)