IKLAN

SOMASI: Mega dan Kumolo Sutradara Kisruh KPK-Polri


foto ilustrasi

foto ilustrasi

MANADO—Menyikapi kisruh KPK-Polri yang dilatari persoalan politik, telah menghambat proses penegakan hukum maupun porses pencegahan korupsi yang sedang berlangsung.
Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi (SOMASI) menyimpulkan bahwa ada skenario dan operasi sistematis guna melemahkan dua institusi penegak hukum, baik KPK maupun Polri oleh Pimpinan Partai Politik tertentu yang terganggu oleh keberadaan KPK ungkap Presidium SOMASI, Razikin Juraid
“SOMASI akan melaporkan ke Mabes Polri dengan merujuk pada kronologi, bagaimana Abraham Samad diseret pada saat Pilpres yang lalu yang terbukti hari ini bahwa Abraham Samad dijadikan sebagai pintu masuk untuk mendemoralisasi para komisioner KPK maupun KPK secara kelembagaan.” Ungkapnya
Lebih lanjut kata Razikin berdasarkan beberapa bukti yang dimiliki SOMASI terkait kejahatan politik yang dilakukan Megawati Soekarno Putri dan Tjahyo Kumolo yang masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PDIP, keduanya berperan penting dalam mendesaign status yang disangkakan pada Abraham maupun Budi Gunawan.
“SOMASI memiliki bukti, bahwa Megawati dan Tjahyo Kumolo memanfaatkan popuralitas Pimpinan KPK untuk mendongkrak ekspektasi publik.”Lanjutnya
Keduanya menawarkan kursi Cawapres kepada Abraham Samad, yang seharus Megawati sebagai Ketuan Umum partai politik paham bahwa itu adalah tindakan pelanggaran hukum, namun disadari atau tidak keduanya telah melakukan upaya gratifikasi dalam bentuk menawarkan posisi Cawapres pada Abraham. dan pada posisi itu Abraham sangat sadar bahwa, sebagai Ketua KPK menolak tawaran gratifikasi tersebut, dengan terbukti bahwa Abraham tidak jadi Cawapres.
” SOMASI akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan Megawati dan Tjahyo ke Mabes Polri, yang antara lain menyeret Abraham sebagai Ketua KPK dalam wilayah politik, kedua, Megawati dan Tjahyo merupakan aktor utama dalam membangun konspirasi jahat menghancurkan KPK,”tegas mantan ketua DPP IMM kepada bugiswarta
Pengakuan Hasto merupakan bukti bahwa kedua elit Partai berperan penting dan membangun permufakatan jahat guna menjebak ketua KPK. Karena itu SOMASI akan mendatangi Mabes Polri pada hari kamis, 5 Februasi 2015 guna melaporkan serta menyerahkan bukti-bukti yang dimiliki SOMASI dan semoga pihak Mabes Polri dapat menerima dan memproses laporan SOMASI sebagaiman laporan pihak-pihak lain.
“kami juga akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi untuk membubarkan PDIP, karena kami menilai bahwa PDIP telah melanggar UU Partai Politik,”ujarnya. (anto reppy)