IKLAN

Siswa SMK PPN Kalasey Antusias Ikut Sosialisasi Bahaya Narkoba dari BNNP Sulut


image

Plt Kasie Pasca Rehap BNNP Sulut, Nurfahita, S.KM berinteraksi dengan seorang siswa tentang bahaya narkoba

MANADO – BNN Provinsi Sulut tak pernah berhenti mengkampanyekan bahaya narkoba di lingkungan sekolah. Kali ini BNN Sulut membidik para siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Kalasey mensosialisasikan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), Jumat (4/0).

Didepan ratusan siswa SMK PPN Kalasey, Plt Kasie Pasca Rehap BNNP Sulut, Nurfahita, S.KM, membeberkan peredaran narkoba di Indonesia dalam waktu 5 tahun terakhir mengalami peningkatan 6 kali lipat. Usia yang paling banyak menjadi korban narkoba berkisar di usia 15-25 tahun.
“Penilaian diri rendah dan rasa tidak aman adalah dua pemicu kuat terjadinya penyalahgunaan narkoba. Pada remaja, penilaian diri sering dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Kemampuan dan bakat berperan penting dalam menentukan penilaian diri pada masa ini,” kata Nurfahita selaku narasumber.
Karena menurut Nurfahita, Setiap remaja adalah individu yang mencari sesuatu yang berharga tentang dirinya, penampilannya, kepribadiannya, bakatnya, keterampilan sosialnya, atau kecerdasannya.

“Makanya strategi yang harus dilakukan untuk mencegah semakin banyaknya peredaran narkoba yaitu kerjasama antara semua pihak baik itu Pemerintah dan masyarakat, agar bandar narkoba  dan pengedar untuk dihukum seberat-beratnya dan bagi pecandu agar direhabilitasi,” ungkap Nurfahita.
Untuk itu, kata Nurfahita, perlu  keikutsertaan masyarakat  dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba didalam keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat dan lingkungan kerja. “Karena dengan berkurangnya pecandu narkoba maka secara otomatis permintaan juga akan berkurang, untuk itu marilah kita bersama-sama memberantas agar generasi muda penerus bangsa dapat terselamatkan dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.
Ditambahkan Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Sam G. Repy, BNN RI telah menyelenggarakan program “Rehabilitasi 100 Ribu Pengguna Narkoba Se-Indonesia”. Program rehabilitasi ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Joko Widodo, yang tidak hanya menjadi tugas dari BNN tetapi juga kementrian terkait.

“Program Rehabilitasi tidak hanya pelayanan medis tetapi juga pelayanan psikis (rawat jalan). Dengan pola konseling bagi para pengguna agar mereka bisa pulih. Untuk itu dibutuhkan peran besar dari lingkungan Masyarakat. Ditegaskan juga bagi masyarakat  agar menghubungi kantor BNN, BNNP dan BNNK  serta Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang ada di Sulawesi Utara jika mengetahui ada penyalahguna Narkoba di lingkungan sekitarnya,” ungkap Sam sembari berharap kegiatan Sosialisasi P4GN di Sekolah ini agar pengenalan Narkoba dapat dilakukan lebih dini karena setelah keluarga, sekolah berperan sangat besar sekali terhadap kepribadian anak. (antoreppy)