IKLAN

Astaga..! Hearing masalah karyawan di-PHK, tiga perusahaan besar hanya utus Juru Bahasa

Sigar: Segera Bayar Hak Karyawan !


Astaga..! Hearing masalah karyawan di-PHK, tiga perusahaan besar hanya utus Juru Bahasa

Rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Kota Bitung dengan PT. Atlantik Sentosa, PT. Lautan Buana Sentosa, PT. Indo Hong Hai dan Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung, Senin (22/6)

Rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Kota Bitung dengan PT. Atlantik Sentosa, PT. Lautan Buana Sentosa, PT. Indo Hong Hai dan Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung, Senin (22/6)

BITUNG-“Astaga ! kenapa bapak datang dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD kalau tidak tahu apa-apa masalah tenaga kerja yang di-PHK, kenapa anda mau diperalat ?,” kata Vonny Sigar kepada Ardie Wijaya, yang dikuasakan oleh Lim Wen Chung owner PT. Indo Hong Hai, dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Kota Bitung, terkait karyawan tersebut yang dirumahkan, Senin (22/6).

“Saya minta anda (Ardie Wijaya-red) secepatnya menyampaikan hasil rapat hari ini kepada Lim Wen Chun, segera bayar hak karyawan !,” tegas Sigar.

Pernyataan ini muncul setelah Ardie Wijaya yang menghadiri rapat dengan Komisi A Dekot Bitung dengan pihak PT. Indo Hong Hai, PT. Atlantik Sentosa, PT. Lautan Buana Sentosa, dan Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung, mengaku bahwa dia hanya juru bahasa dikuasakan oleh owner PT. Indo Hong Hai, dan tidak menahu masalah perusahaan apalagi dengan dua perusahaan lainnya yakni PT. Atlantik Sentosa dan PT. Lautan Buana Sentosa.

“Saya tidak tahu masalah perusahaan PT. Indo Hong Hai, apalagi dengan PT. Atlantik Sentosa dan PT. Lautan Buana Sentosa,” kata Wijaya.

 

Kontan saja pernyataan ini membuat berang para Wakil Rakyat dari Komisi A yang dipimpin oleh ketua Komisi Victor Tatanude, SH, dan Anggota Vonny Sigar, Frangky Julianto, Youke Wenas, Maritje Rantung serta Luther Lorameng, karena merasa diremehkan oleh tiga perusahaan besar.

“Perlu dipertanyakan ketiga perusahaan tersebut !,” kata Tatanude dengan nada tinggi.

 

Seperti diketahui, PT. Indo Hong Hai, PT. Atlantik Sentosa dan PT. Lautan Buana Sentosa, pada bulan Juni 2015 telah memberhentikan 19 karyawan tanpa membayar hak mereka. Anehnya, alasan PHK tersebut karena perusahaan rugi, tetapi dalam waktu bersamaan perusahaan justru telah mempekerjakan karywan baru disemua bidang. Dan lebih aneh lagi, keputusan memberhentikan karyawan lama dengan alasan klasik dirumahkan hanya diambil oleh pihak perusahaan dengan Dinas tenaga kerja Kota Bitung, tanpa melibatkan karyawan. (jones)