IKLAN

Ayah dan Anak Diputus Hukuman Berbeda

SIDANG PEMBUNUHAN PASUTRI GARA-GARA PAGAR PEMBATAS JALAN


Ayah dan Anak Diputus Hukuman Berbeda

Kedua terdakwa tertunduk dan menyesal usai diputuskan majelis hakim. (Foto/saleh.manadoline.com

Kedua terdakwa tertunduk dan menyesal usai diputuskan majelis hakim. (Foto/saleh.manadoline.com

MANADO— Pembunuhan sadis terhadap pasangan suami istri (pasutri), gara-gara pembuatan pagar yang dibuat Teddy Manoppo dan Liana Mokoginta, hingga menutup akses jalan umum, di Kelurahan Bumi Nyiur, Lingkungan III, Kecamatan Wanea, Rabu (5/8) digelar sidang putusan terhadap RM alias Rando (21) dan VDM alias Eki (44).

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Uli Purnama SH dengan Anggota Darius Naftali SH dan Djainudin Karangnusi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Remblis Lawendatu itu, akhirnya memutuskan 12+8 tahun untuk dua berkas yang berbeda kepada Eki, sementara anaknya Rando diputus hukuman 8 tahun penjara, saat didampingi pengacaranya Shintya Pangemanan SH.

Diketahui, peristiwa itu terjadi Minggu, 4 Januari 2015, akibat kedua korban sementara menggali tanah untuk membuat pagar, di jalan masuk ke tempat pengambilan air. Terdakwa Eki yang bertetangga dengan kedua korban menegur, dan tidak terima karena jalan masuk ke tempat pengambilan air akan dipagar, hingga akhirnya terlibat perang mulut.

Putusan majelis hakim membuat kedua terdakwa hanya bisa pasrah mendapatkan putusan. (Foto/saleh.manadoline.com)

Putusan majelis hakim membuat kedua terdakwa hanya bisa pasrah mendapatkan putusan. (Foto/saleh.manadoline.com)

Terdakwa emosi dan mengambil dua parang yang terlihat baru diasah. Melihat terdakwa Eki sedang memegang parang, terdakwa Rando mendekati dan terdakwa Eki memberikan parang yang satu kepada anaknya Rando. Saat itu kedua terdakwa langsung menghampiri korban Teddy dan ditusuk terdakwa Eki ke perut, kemudian terdakwa Rando menebas dengan parang serta memukul korban menggunakan tangan hingga jatuh.

Tak sampai disitu saja, melihat korban masih sempat berdiri, terdakwa Eki kembali menusuk perut korban dengan parang sebanyak tiga kali, sampai korban roboh. Melihat kejadian tersebut, terdakwa Rando, segera menarik tangan terdakwa Eki yang saat itu memegang parang.

Rasa amarah terdakwa Eki terlihat masih bringas, ini setelah melihat korban Liana yang baru saja mengadu ke lelaki Simanjutak, melihat suaminya sudah terkapar bersimba darah, saat itu juga terdakwa Eki mengejar korban Liana dengan menggunakan parang. Korban Liana berusaha menyelamatkan diri ke rumah lelaki Simanjuntak, tapi sayang, terdakwa Eki sudah berada di belakang korban Liana. Secara membabi buta, terdakwa membantai tubuh korban Liana dengan menggunakan parang, sehingga korban Liana meninggal dunia. (alen)

 

Manado Fiesta 2017