IKLAN

Sidang Pembunuhan Istri Mantan Ketua MUI Sulut, Tiga Saksi Mengaku tidak Mengenal Terdakwa


Terdakwa bersama dua pengacaranya sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Manado. (Foto/saleh.manadoline.com)

Terdakwa bersama dua pengacaranya sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Manado. (Foto/saleh.manadoline.com)

MANADO— Sidang kasus pembunuhan Hj Aminah Potabuga, istri mantan Ketua MUI Sulut KH Fauzi Nurani, dengan terdakwa Yamin Hipi (30), Selasa (4/8) siang tadi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rembris Lahilatu menghadirkan tiga saksi yakni, pembantu rumah tangga Ibu Husain (50) warga Mahawu, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting, tukang bangunan, Ridwan (57) warga Tumumpa Dua, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting, dan tetangga korban Denny Tamariri warga Mahawu, Kecamatan Tuminting.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Lucky Kalalo SH MH itu, berjalan aman dan lancar, dibandingkan dengan sidang pekan kemarin yang ricuh. Karena, keluarga korban yang tak kuasa menahan amarah, ketika melihat terdakwa yang adalah residivis kasus pembunuhan dan tegah telah membunuh Ibu mereka.

Ibu Husain saat memberikan keterangan mengaku, kalau pagi itu hendak mengantar cucunya ke sekolah dan sempat ngobrol deng korban. Ia diminta korban untuk mencuci baju, namun saksi meminta, pakaian itu akan dicuci sore nanti. Tapi sayang, korban ternyata keburu dibunuh oleh terdakwa.

Begitupun dikatakan saksi Ridwan, sebelum mendengar peristiwa tragis itu, korban memanggil saksi untuk melakukan pekerjaan renovasi pintu, sehingga alat-alat pekerjaannya ditinggalkan dirumah korban. Tak tahunya, malam saksi mendapat kabar, kalau korban sudah meninggal dan martil yang digunakan terdakwa memukul adalah milik saksi.

Sementara saksi Denny Tamariri yang adalah tetangga korban mengatakan, kalau saat kejadian itu, ia diminta oleh keluarga korban untuk mendobrak pintu rumah. Dan saat berada didalam rumah, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa, tergeletak dilantai, serta mulut penuh darah. (alen)